Pencari Rumput di Sembawa Banyuasin Tewas Dimangsa Buaya

Rabu, 7 Juni 2017
Ilustrasi

Banyuasin, Sumselupdate.com – Sungguh tragis akhir hidup Ibrahim (24), warga Dusun Sakatiga, Desa Santan Sari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Ibrahim tewas menggenaskan setelah dimangsa buaya saat mengambil rumput untuk makanan sapi di padang rumput perbatasan Desa Limau dan Pulau Muning, Kecamatan Sembawa, Senin (6/6/2017), sekitar pukul 13.00.

Read More

Warga dan anggota  BPBD Banyuasin melakukan pencarian. Namun jasad pria yang memiliki istri dan satu anak ini ditemukan keesokan harinya, Selasa (7/6/2017), sekitar pukul 11.30 atau satu kilometer dari lokasi kejadian.

 

Korban Ibrahim bersama istri

 

Kepala BPBD Banyuasin Indrahadi mengatakan, saat pertama kali ditemukan, jazad korban mengambang di parit kanal PT KAM dengan kondisi tanpa busana. Ketika ditemukan, pinggang dan perut korban koyak dimangsa buaya.

Abdul Wahid (46), ayah korban mengatakan, sebelum kejadian korban sempat pamit dengan istri dan putri semata wayangnya yang berusia empat tahun hendak mengambil rumput untuk makanan sapi sembari memancing ikan.

Menurut dia, aktivitas tersebut rutin dilakukan anaknya. Biasanya, sekitar pukul 15.00, korban sudah pulang. Namun hingga pukul 17.00, korban tak kunjung kelihatan.

Khawatir terjadi sesuatu, Abdul Wahid menyusul ke lokasi kejadian. Di tempat tersebut, Abdul Wahid hanya menemukan sepede motor korban, sendal jepit, dan rumput makanan sapi yang sudah diikat.

Kemudian Abdul Wahid pulang ke desa meminta bantuan warga untuk mencari korban. Pencarian dilakukan sejak pukul 18.00 hingga pukul 11.30. Jenazah korban ditemukan mengambang di parit galian PT.

Dia menambahkan dalam satu terakhir ini sudah dua orang keluarganya tewas dimangsa buaya.

Menurut dia, tujuh bulan silam,  keponakannya menjadi korban keganasan buaya. Dia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sehingga tak ada lagi korban dimakan buaya.

Senada dikatakan Kepala BPBD Banyuasin Indrahadi. Dia mengingatkan BKSDA agar mengambil tindakan nyata. “Sudah banyak warga yang jadi korban, jangan sampai bertambah lagi,” tuturnya. (zis)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts