Pemukiman Bantaran Sungai Dominasi Kawasan Kumuh Palembang

Salah satu kondisi pemukiman penduduk di kawasan bantaran sungai

Palembang, Sumselupdate.com-Seluas 2.500 hektar kawasan kumuh di Palembang memerlukan komitmen pemerintah kota untuk mempercepat penanganan.

Pemerintah pusat saat ini telah menyiapkan bantuan tapi masih menunggu kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Irwan Kusuma mengatakan, peningkatan kualitas permukiman di Palembang akan dilakukan tahun ini di beberapa titik sesuai dengan kesiapan Pemkot.

“Luasan kawasan kumuh ini 2.500 hektar, paling banyak di wilayah Ulu daerah bantaran sungai. Saat ini sedang tahap verifikasi lagi. Semestinya progres penataannya 1.000 hektar sudah diatasi,” katanya usai melakukan pertemuan di Kantor Walikota Palembang, Senin (27/7/2020).

Penataan kawasan kumuh ini, salah satunya di Sekanak Lambidaro dengan bantuan hibah dari Islamic Development Bank (IsDB) Rp13,5 miliar dengan skema multiyear, akan selesai pada 2021.

“Memang perlu kesiapan dari pemerintah setempat juga, untuk desain hingga pembebasan lahan,” katanya.

Irwan mengatakan, bantuan pengentasan titik kumuh juga akan dilakukan di kawasan Karang Belango, dimana lahan seluas 10 hektar belum dibebaskan. Semestinya Pemkot Palembang sudah melakukan pembebasan agar dapat dilakukan pembangunan fisik.

“Karang Belango ini masuk ke dalam Program Kota Baru. Sebelumnya telah dilakukan intervensi pembangunan infrastruktur. Tetapi masih ada yang termasuk kawasan kumuh. Tapi itu tadi, terkendala pembebasan lahan yang masih ditumpangi oleh orang yang bukan pemilik asli,” katanya.

Pemkot Palembang saat ini mewacanakan penataan anak sungai termasuk permukiman di sekitarnya. Kawasan kumuh di bantaran Sungai Kedukan seluas 17,5 hektar saat ini membutuhkan penyelesaian Detail Engineering Design (DED) dari Pemkot.

“Dan pembebasan lahan ditunggu paling lama Oktober karena kami akan melakukan pelelangannya,” katanya.(Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.