Pemuda Asal Lampung Gelapkan 3 Mobil dan Uang Rp150 Juta Milik Ayah Angkat

Pelaku saat diamankan

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Bak air susu, dibalas dengan air tubah. Demikian pepatah yang menggambarkan peristiwa yang dialami Bakri. Ia menjadi korban penggelapan oleh pelaku Rian Efendi (35) yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.

Bacaan Lainnya

Tak tanggung-tanggung, sebanyak tiga buah mobil dan uang senilai Rp150juta digelapkan oleh pelaku yang merupakan warga Kecamatan Bandar Jaya Barat, Kabupaten Lampung Tengah.

Kejadian yang terjadi pada bulan November 2020 lalu di Kabupaten OKI, Sumsel ini setidaknya membuat kerugian untuk Bakri senilai Rp700 juta rupiah.

Untungnya, pelaku berhasil diamankan Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit, AKBP Zainuri dan Panit Ipda Maryanto, di kediamannya di Lampung tanpa perlawanan.

“Pelaku ini kita amankan usai anggota kita mengetahui keberadaan pelaku yang berada di Kecamatan Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Dari tangan pelaku kita juga mengamankan dua unit mobil yang digelapkan pelaku yang merupakan mobil bapak angkatnya,”ujar Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, Minggu (14/2/2020).

Diceritakannya, kejadian ini berawal dari korban yakni Bakri (50) yang meminta tolong kepada pelaku untuk mencarikan orang yang mau menyewa mobil miliknya.

Saat itu korban menyerahkan tiga unit mobil dan uang Rp150 juta yang dipinjam oleh pelaku dengan perjanjian uang sewa akan dibayar perbulan.

Namun setelah disepakati, korban tidak pernah menerima uang sewaan mobil tersebut. Kecurigaan bertambah dikarenakan pelaku sama sekali tidak ada kabar dan tidak diketahui keberadaannya.

Merasa dirugikan, korban pun akhirnya melaporkan pelaku ke Mapolda Sumsel.

Tersangka, Rian mengakui bahwa dirinya telah melakukan penggelapan terhadap bapak angkatnya sendiri.

Aksi tersebut dilakukannya karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sementara salah satu mobil diketahui sudah dijual oleh pelaku di salah satu showroom di kota Palembang. Sedangkan dua mobil lainnya masih digunakan oleh pelaku untuk sehari-hari.

“Beras ada juga tiga ton, waktu itu minta dijualkan tapi berasnya keras. Kalau uang dapat Rp150 juta, awalnya untuk bisnis orgen tunggal tapi karena sepi jadi habis aja uangnya,” katanya

Dikatakannya, sebelumnya pelaku tinggal di OKI namun karena takut akhirnya pelaku melarikan diri ke Lampung dengan membawa dua buah mobil yang digelapkannya.

“Rencana juga mau buka usaha orgen di sana pak, memang mobil dua buah sudah aku bawa ke Lampung. Baru 10 hari di Lampung,” kata pelaku.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.