Palembang, Sumselupdate.com – Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Prov Sumsel) Mukti Sulaiman secara resmi membuka Sosialisasi Perubahan Iklim dan Langkah Tindak Lanjut Pasca COP-21 Paris.
Dalam pembukaan sosialisasi mengatakan, pentingnya paparan tentang pemanasan global agar bisa diketahui bahwa akibatnya sangat mengerikan karena bisa membuat pulau tenggelam.
Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana implementasi di daerah dan pemerintah daerah harus mensosialisasikan kepada stakeholder. Yang perlu digalakkan lagi kepada masyarakat di desa.
“Dalam sosialisasi ini yang sangat penting bagaimana tindak lanjut kita sampai ke tingkat Kecamatan dan pedesaan. Bila perlu digalakkan memberikan pengetahuan tentang pemanasan global sehingga masyarakat menjaga lingkungannya. Di masyarakat kita masih ada membuka lahan dengan cara membakar karena menganggap biaya murah dan lebih cepat, sehingga menjadi polusi,” urainya di Hotel Aston Palembang Jumat (24/06).
Sosialisasi Perubahan Iklim dan Langkah Tindak Lanjut Pasca COP-21 Paris diikuti oleh perwakilan dari Korem Garuda Dempo, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sumsel, perwakilan dari Kepolisian Daerah Sumsel, Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Bupati Ogan Komering Ilir, Bupati Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin, Kepala Dinas dan SKPD, Akademisi, Tokoh Masyarakat.
Sementara itu, Dr.Ir. Tharir Fathoni, M.Sc Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, masalah lingkungan sudah menjadi perhatian dunia agar jangan sampai peningkatan suhu di atas dua derajat celcius.
“Pemanasan terjadi dikarenakan polusi udara di atmosfer yang menahan sinar matahari gelombang pendek ke bumi, dipantulkan ke udara dalam bentuk gelombang panjang yang ditahan oleh polusi tadi kembali dipantulkan ke bumi,” jelasnya.
Lanjut Tharir, pemerintah sudah berkomitmen mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam bentuk persen reduksi terhadap emisi baseline di tahun 2030 sebesar 29 persen (Unconditional) dan 41 persen (conditional).
“Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari Paris Agreement kemudian ke masyarakat kita gali bersama-sama, maju bersama-sama sehingga tujuan menekan pemanasan global tercapai,” katanya.
Ditambahkannya, dampak pemanasan global sangat mengerikan, dengan pemanasan global permukaan laut akan naik sehingga bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil.
Di Indonesia, sebagai contoh Pulau Bali akan terputus antara bagian selatan dan utara kalau permukaan air laut naik. (adi)











