Baturaja, Sumselupdate.com – Saat ini begitu minim atau sulit mendapati Qori dan Qoriah asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengikuti MTQ hingga tingkat Nasional. Bahkan di seluruh cabang, pada Bidang Tahfidz pun juga minim. Tak ada yang hafidz 30 juz, paling hanya 10 juz.
Minimnya SDM di Bidang Tilawatil Quran ini diakui Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda OKU Kadarisman. “Qori yang menonjol atau jadi andalan belum ada. Ini memang jadi kelemahan kita,” ujar Kadarisman belum lama ini.
Kondisi ini juga menurut dia, jadi persoalan ketika pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten. Bahkan dalam pelaksanaannya, kerap kekurangan peserta. Peserta yang ada kualitasnya terbilang standar. Dalam arti, seperti disinggung diatas, tak bisa jadi andalan untuk mengikuti level-level selanjutnya, seperti MTQ.
“Qori dari OKU juga memang belum ada yang jadi juara Nasional. Paling gerot di tingkat Provinsi, juara dua. Ini terjadi hampir di semua cabang,” ungkap Kak Kadar, panggilan akrab Kadarisman.
Meski begitu, Pemkab OKU menurut dia, tidak mau mencomot Qori-Qoriah dari luar Kabupaten (pakai Qori bayaran-red) untuk mengikuti even MTQ tingkat provinsi. Karena orientasinya, bukan untuk mengejar kemenangan.
“Bupati tidak mau begitu. Karena kalaupun dapat juara dengan menggunakan Qori bayaran, akan jadi juara semu. Lagian pula, kalau pakai ngebon atau Qori bayaran, tentu SDM kita tidak tampil,” ujarnya.
Oleh karenanya, lanjut Kadar, tak ada jalan lain untuk meningkatkan kualitas Qori-Qoriah di OKU selain melakukan persiapan matang dengan melatih Qori-Qoriah sedini mungkin. “Kita juga mendorong rumah tahfidz untuk terus pembinaan. Tingkatkan terus SDM yang ada dengan maksimal,” demikian Kadar. (wid)











