Muaraenim, Sumselupdate.com – Untuk mewujudkan tertib nya pengelolaan asset desa, Pemerintah Kabupaten Muaraenim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyelenggarakan kegiatan pembinaan pengelolaan aset desa, di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (15/5/2017).
Burhanuddin, Kabid Keuangan dan Aset Desa DPMD dalam laporannya memaparkan, kegiatan itu merupakan sosialisasi Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa yang diisi dua narasumber, yakni Iis Herna Ningsi dan Rudi Eko Purwanto dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.
“Untuk peserta yakni ada sebanyak 30 orang Sekretaris Desa dalam wilayah di Kabupaten Muaraenim dan kegiatan dilaksanakan selama tiga hari ke depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, lanjut Burhanuddin, pihaknya berharap ke depan Pemerintah Desa dengan kewenangan otonominya mampu mengelola dan memanfaatkan aset desa secara optimal untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala DPMD Muaraenim Imran Tabrani mewakili Bupati Muaraenim H Muzakir Sai Sohar saat membuka kegiatan itu menegaskan, para peserta diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat kepada desa-desa dalam kecamatannya.
“Kegiatan serupa nantinya akan diselenggarakan di tingkat kecamatan dan narasumber nya adalah peserta pada kegiatan ini,” imbuhnya.
Dipaparkan oleh Imran, di Kabupaten Muaraenim ada 245 desa dari 10 kelurahan dalam 20 Kecamatan, sementara penerimaan desa dapat dipergunakan untuk pembangunan desa, berupa Dana Desa dari Pemerintah Pusat sebesar Rp192,5 miliar dan Alokasi Dana Desa Rp155,1 miliar.
Kemudian Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah sebesar Rp6,4 miliar. “Untuk besaran penerimaan desa tertinggi Rp1,5 miliar dan terendah Rp1,3 miliar,” jelasnya.
Dengan dana yang cukup besar tersebut, lanjut Imran, tidak menutup kemungkinan setiap desa akan menganggarkan dalan APBDes, pembelian barang inventaris untuk keperluan desa.
“Untuk itu, pembinaan pengelolaan aset desa harus ditata dan dikelola sedemikian rupa, sehingga dapat mewujudkan tertib dalam pengelolan aset desa menuju desa mandiri dan sejahtera,” tandasnya. (azw/adv)











