Peminat SNMPTN Unsri Turun 40 Persen

Rabu, 29 Maret 2017
Penanggungjawab SNMPTN, Zulkifli Dahlan

Palembang, Sumselupdate.com – Persentase peminat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 mengalami penurunan hingga mencapai 40 persen. Total hanya ada sebanyak 23.235 pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi melalui jalur SNMPTN tersebut.

Penanggungjawab SNMPTN, Zulkifli Dahlan mengatakan, penurunan peminat SNMPTN dialami setiap perguruan tinggi di Indonesia. Pasca berlakunya pembatasan kuota penerimaan jalur SNMPTN yang disesuaikan akreditasi sekolah.

Read More

“Jika tahun lalu sekolah akreditasi A mempunyai kuota 75 persen mendaftar di jalur SNMPTN, tahun ini menjadi 50 Persen. Hal ini berdampak pada sekolah yang tidak bisa mendaftarakan siswanya,” ujar Zulkifli ditemui di gedung PPJK, Rabu (29/3/2017).

Kendati demikian, Zulkifli menuturkan, pemberlakuan ini bertujuan agar proses penerimaan jalur SNMPTN memang didasarkan pada prestasi siswa. Baik itu bidang akademik, non akademik hingga prestasi sekolah yang bersangkutan.

“Alasan tidak semua, karena ini murni prestasi. Jadi tidak mungkin semua bisa mendaftar, selain itu ini memberikan kesempatan siswa untuk masuk lewat jalur SBMPTN,” paparnya.

Lebih jauh, berdasarkan total peminat yang memilih UNSRI sebagai perguruan tinggi pertama 15.638, sedangkan pilihan Unsri sebagai perguruan tinggi kedua yakni 7.597. Serta pengumuman tahapan pertama akan dilakukan pada 26 April mendatang.

“Tahun 2016 lalu total peminat mencapai 33.000, di 2015 peminatnya 44.000. Sedangkan tahun ini hanya sekitar 23.235,” jelasnya.

Selain itu, Zulkifli mengingatkan kepada seluruh peserta SNMPTN yang dinyatakan lolos tahap pertama dan masuk tahapan verifikasi untuk menyiapkan segala persiapan. Seperti kelengkapan nilai raport asli, pendapat orangtua dan form pendaftaran ulang online.

“Penting nilai raport asli wajib dibawa peserta, jika itu hanya legalisir tidak akan diterima. Oleh karena itu, peserta yang di luar Palembang bila lolos ke verifikasi untuk mengingat syarat ini,” tandasnya.

Ditambahkan Zulkifli, ia berpesan bagi sekolah yang siswa mengundurkan diri alias tidak mengambil pilihan, maka diminta melapor. Sebab tidak adanya laporan akan menjadi pertimbangan panitia untuk memberikan sanksi kepada sekolah yang bersangkutan.

“Bagi yang tidak serius mendaftar akan kita lihat, bisa jadi akan ada sanksi yang diberikan kepada sekolahnya,” tegasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts