Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kepengurusan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mampu menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah.
Asisten Kesra Ahmad Najib, Kamis (26/5) mengatakan PERSI merupakan wadah berkomunikasi rumah sakit di Indonesia.
Pengurus juga harus berdedikasi dan berperan aktif serta menjalin komunikasi antara pengurus dan anggota.
“Menjadi tugas PERSI untuk mengakreditasi rumah sakit yang ada di Sumsel. Di Sumsel rumah sakit ada yang sudah terakreditasi nasional seperti RS Muhammad Hoesin, RS Palembang Bari,” jelasnya.
Selanjutnya Najib menyampaikan, dalam waktu dekat Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games, di dalam meeting Asian Games mengisyaratkan agar rumah sakit yang ada sudah terakreditasi dengan dokter yang mempunyai kemampuan dan peralatan lengkap.
“PERSI harus tanggap bila ada keluhan masyarakat yang tidak dilayani atau komplain. Rumah sakit kedepan juga menjadi sorotan masyarakat dan juga menjadi harapan masyarakat. Mereka tidak mau masuk rumah sakit dan meninggal disana, yang diinginkan masyarakat keluar rumah sakit sehat,” katanya saat acara Pelantikan Pengurus
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Daerah Sumatera Selatan 2016-2019 di Auditorium Pemprov Sumsel.
Sementara itu, ketua pengurus pusat PERSI Prof.dr.Hardi Darmawan, mengatakan, PERSI akan merubah prilaku rumah sakit hal itu perintah dan berdasarkan Undang-Undang.
“Ada tiga hal yang harus dijadikan satu kesatuan yakni, pertama jangan bermain-main dalam akreditasi versi 2012 atau JCI Internasional, kedua melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan segala kelebihan dan kekurangannya, ketiga benar-benar mengaplikasikan Balai Layanan Umum (BLU) dan Balai Layanan Umum Daerah (BLUD),” tegasnya.
Lebih lanjut Hardi menambahkan, organisasi rumah sakit paling rumit karena banyak berinteraksi kepada banyak orang, orang yang masuk ke rumah sakit pada posisi susah, selain itu ada ulah dari karyawan dan keterbatasan rumah sakit.
“Bila ada penolakan pasien maka PERSI harus hadir disitu, kenapa terjadi seperti itu, apakah benar tempat tidur kosong, kejadian seperti itu seharusnya tidak terjadi bila ada sistem informasi,” urainya. (adi)











