Palembang, Sumselupdate.com – Pembangunan di Sumatera Selatan ke depan akan ditata agar tidak berdampak luas terhadap lingkungan di kemudian hari.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Sumatra Selatan, Husni, Senin (18/4) mengatakan, penyelenggaraan bangunan gedung perlu diatur dan dibina demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan, sekaligus mewujudkan bangunan gedung yang fungsional, andal, berjati diri, serasi dan selaras dengan lingkungannya.
“Maksudnya untuk meningkatkan pengetahuan penyelenggaraan bangunan gedung negara. Dalam pelaksanaannya, persyaratan administratif dan teknis perlu diperhatikan terkait dengan keandalan bangunan gedung, yang menjamin adanya kepastian hukum bagi bangunan gedung yang melakukan pelanggaran,” ucapnya disela pembukaan Lomba ‘Pop Up Book’ Tingkat SMA/SMK di Palembang.
Ia mengungkapkan, para pelaku pembangunan wajib memperhatikan daya dukung lingkungan. Keterbatasan ruang terbuka hijau dan air tanah merupakan salah satu dampak negatif dari penyelenggaraan bangunan gedung yang tidak memperhatikan persyaratan tata ruang yang berlaku.
Hal ini harus terus dicegah dan diatasi, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan binaan yang ada.
“Semua instansi yang ada dapat mengajak masyarakat menciptakan suatu lingkungan binaan yang terpadu, serasi dan selaras secara utuh dan menyeluruh,” terang dia.
Selain itu, agar dapat memberikan jaminan kepastian hukum bagi penyelenggara bangunan gedung serta menjamin kelayakan fungsi dan keselamatan pengguna bangunan khususnya di Provinsi Sumatra Selatan. (adi)











