Jakarta, Sumselupdate.com – Pemanfaatan kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga kesehatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan nasional.
“Rempah-rempah yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan bahan baku jamu harus dilestarikan menghadapi ancaman krisis pangan dunia saat ini,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada acara bincang-bincang Super Drink dan Minuman Herbal untuk Kesehatan, di Bukit Podomoro, Jakarta Timur, Minggu (3/3/2024).
Pada acara tersebut juga diperkenalkan mie instant dari sagu, kue lapis legit dengan bahan tepung ganyong dan teh dan minyak dari bahan sachi inchi atau kacang Inka (dari hutan tropis Amazon, Peru), yang sudah dibudidayakan di Indonesia.
Menurut Lestari, Indonesia memiliki alternatif sumber pangan, antara lain ganyong dan sagu yang tepungnya bisa diolah menjadi kue dan mie instan dengan kandungan gizi memadai.
Rerie, sapaan akrab Lestari mengajak semua pihak secara aktif mengambil peran dalam pemanfaatan kearifan lokal, baik berupa rempah-rempah dan bahan pangan selain beras, agar masyarakat tidak ketergantungan terhadap satu sumber bahan pokok saja.
Baca Juga: Ketua MPR RI: Pemilu Telah Selesai dan Dorong Singapura Investasi di IKN
Dikakatakan, pemanfaatan rempah-rempah juga harus dijadikan bagian dari meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat.
Rerie mendorong agar pemanfaatan bahan pangan alternatif dan jamu bisa diproduksi memenuhi skala ekonomi dan industri, sehingga manfaat jamu dan bahan pangan alternatif bisa dinikmati setiap anggota keluarga di Indonesia.
Bila setiap anggota keluarga terpenuhi kebutuhan pangannya, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kualitas kesehatan keluarga akan meningkat.
Baca Juga: Ketua MPR RI Ajak Penyandang Disabilitas Tingkatkan Perekonomian Nasional
Dengan bermodal keluarga sehat, tegas Rerie, bisa membangun lingkungan dan masyarakat sehat. Bila seluruh masyarakat sehat, tentu saja akan memperkuat ketahanan nasional menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, langkah untuk menyadarkan setiap anak bangsa memanfaatkan kearifan lokal dalam upaya membangun ketahanan nasional harus segera direalisasikan. (**)











