Palembang, Sumselupdate.com – Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018 yang akan diselenggarakan di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Kamis (12/10) juga akan dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan pembentukan replika kotak suara.
Ada sebanyak 1.827 kotak suara terbuat dari aluminium akan disusun menyerupai kotak suara raksasa yang bermakna 27 Juni 2018, dimana masyarakat Sumsel akan memilih pemimpin.
Penutupan angka 1827 ini akan dilakukan secara simbolis oleh Ketua KPU RI Arif Budiman dan para anggota, Ketua KPU Sumsel H Aspahani, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain.
Kemudian Kajati Sumsel, Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Anto Mukti Putranto, S.Sos, Ketua DKPP RI Dr Harjono dan Bawaslu RI Abhan. “Prosesinya diawali dengan diangkatnya kotak suara ke bagian replika yang sengaja dikosongkan,” kata Komisioner KPU Sumsel, Divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi, Rabu (11/10/2017).
Naafi mengatakan, peluncuran dan peresmian Pilgub Sumsel 2018 ini merupakan tahapan sosialisasi terbesar, sehingga dengan tempat di pelataran BKB ini masyarakat Sumsel dapat menyaksikan secara langsung tanpa mau membatasi undangan yang hadir.
“Silakan masyarakat berduyun-duyun hadir besok, ini launching pemilihan gubernur kita gubernur Sumsel, pemimpin masyarakat Sumsel,” ujarnya.
Selain itu lanjutnya dalam kegiatan tersebut, KPU Sumsel akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk tahapan sosialisasi Pilgub dari dari pukul 9.00-18.00 dengan menggelar even festival band untuk Pilgub Sumsel, lomba foto boot dan foto selfie sehingga bisa di upload di media sosial dan menyebar ke warganet.
Sehingga sosialisasi dari KPU Sumsel bisa menyebar, atraksi 27 penari tradisional serta pencatatan rekor Muri untuk penyusunan kotak replika kotak suara yang akan disusun sebanyak 1827 dengan lebar 6 meter, panjang 6 meter dan tinggi 7 meter.
“Sekarang sedang dimulai penyusunan kotak suaranya di BKB, semoga bisa selesai sampai sampai besok pagi dan penyusunannya dibuat kerangka besi agar kotak suara tidak melayang,” jelasnya.
Pihaknya juga akan memasang baliho raksasa di jembatan Ampera saat launching. “Anggaran kegiatan ini awalnya Rp399 juta lalu ada penambahan dari anggaran lain dan juga akan dikenalkan maskot kita ‘Cek Am dan Cek Pera’,” tandasnya. (ery)











