Palembang, Sumsleupdate.com – Sejumlah pelanggan Perumda Tirta Musi mengeluhkan kualitas air yang keruh dalam beberapa hari terakhir.
Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, Rahmad, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat meningkatnya warna air baku Sungai Musi dari 25-40 TCU menjadi 90-130 TCU, yang dipicu oleh pasang air dan masuknya air rawa ke aliran sungai.
“Peningkatan ini disebabkan oleh kondisi pasang air yang mengakibatkan masuknya air rawa ke aliran Sungai Musi,” katanya.
Sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kualitas air minum yang didistribusikan kepada pelanggan tetap sesuai dengan standar baku mutu, Perumda Tirta Musi melakukan pengurangan kapasitas produksi air.
Pengurangan ini bertujuan agar proses pengolahan air tetap berjalan optimal dan kualitas air hasil produksi tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Dengan ini kami sampaikan bahwa air minum yang didistribusikan masih memenuhi baku mutu yang disyaratkan,” katanya.
Berikut data kualitas dan kuantitas air di 7 IPA Perumda Tirta Musi
1. Pengolahan Air (IPA) Rambutan: tempat pengambilan air baku Karang Anyar, dengan debit air baku 1.020 liter/detik. Tingkat kekeruhan atau turbidity (NTU) 45.1.
2. IPA 3 Ilir: tempat pengambilan air baku 1 Ilir dan Karang Anyar, dengan debit air baku 360 dan 800 liter/detik. Tingkat kekeruhan air 30,9 di 1 Ilir dan 44,4 di Karang Anyar.
3. IPA Poligon: tempat pengambilan air baku Karang Anyar, dengan debit air baku 149 liter/detik. Turbidity (NTU) 34,8.
4. IPA Borang: tempat pengambilan air baku di 1 Ilir (151 liter/deti), dan Borang (57 liter/detik). Turbidity (NTU) 35,0 di 1 Ilir dan 23,6 di Borang.
5. IPA Karang Anyar 1: tempat pengambilan air baku Karang Anyar, dengan debit air baku 950 liter/detik, Turbidity (NTU) 28,4.
6. IPA Karang Anyar 2: tempat pengambilan air baku Karang Anyar, dengan debit air baku 440 liter/detik, Turbidity (NTU) 30,5.
7. IPA Ogan: tempat pengambilan air baku Ogan, dengan debit air baku 1284 liter/detik, Turbidity (NTU) 88,7.
(**)











