Pelaku Pembunuhan Putri Ketua DPC PKS Sangkulirang Dibekuk

Ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com –Petugas Reskrim Polres Balikpapan, Kalimantan Timur berhasil membekuk pelaku pembunuhan Bocah Neysa (5) putri bungsu dari Faturrahman, yang juga Ketua DPC PKS Sangkulirang. Kutai Timur.

Nesya sebelumnya ditemukan tak bernyawa di perkebunan. Sebagian tubuhnya hangus terbakar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Winston Tommy Watuliu mengatakan, pelaku ditangkap di wilayah Balikpapan, Kaltim, Sabtu (16/7) selepas waktu shalat magrib.

“Ditangkap di Kilometer 5 Balikpapan-Samarinda,” kata Tommy saat dihubungi detikcom.

Tommy menambahkan, pelaku yang berinisial IJR (35) itu kini telah dibawa ke Polres Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, Tommy juga mengapresiasi Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian, Kasat Serse Polres Balikpapan AKP Kalfaris dan seluruh jajaran yang telah berhasil membekuk pelaku.

Sebelumnya, dari hasil visum yang dilakukan, tak ada ditemukan kekerasan seksual di tubuh bocah itu.

“Meninggal karena dibakar, sebagian tubuh luka bakar,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Fajar Setiawan, Kamis (14/7/2016).

Neysa diketahui dibawa tetangganya dengan motor pada Kamis (7/7). Pihak kepolisian mendapat laporan pada Jumat (8/7), sehari setelah tewasnya Neysa. Jasad bocah itu sendiri ditemukan pada Minggu (10/7) di perkebunan (sebelumnya dissebut hutan-red) yang berjarak 1 Km dari rumah korban.

Polisi sendiri membekuk pembunuh bocah Nesya melalui jejaring sosial.

“Kan kita udah kantongi identitas dan image dia (pelaku). Jadi seperti arahan Pak Kapolri yang baru, kita mainkan dengan memanfaatkan laporan masyarakat. Kita kaya tebar jala melalui media sosial,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Winston Tommy Watuliu.

Tommy mengapreasi tingginya kepedulian masyarakat yang aktif memberi informasi ke polisi. Sehingga pelaku yang sempat kabur ke Banjarmasin itu akhirnya dapat dibekuk.

Tommy menceritakan, pelaku awalnya dikejar dari Kutai Timur yang menjadi lokasi pembunuhan. Namun, polisi kemudian mendapat informasi bahwa pelaku lari ke Banjarmasin.

“Kita pengejarannya sampai ke Banjarmasin. Terus dia (pelaku) balik lagi ke Balikpapan. Nah masyarakat menghubungi (anggota) Bhabinkamtibmas di Balikpapan. Jadi yang berperan di sini masyarakat dan Bhabinkamtibmas, kemudian dieksekusi sama Reserse Polres Balikpapan,” ujarnya.

Saat kembali ke Balikpapan, lanjut Tommy, pelaku menyamar dengan menjadi kuli bangunan. Pelaku lalu ditangkap di kilometer 5 Balikpapan-Samarinda, Kaltim, Sabtu (16/7) usai waktu Maghrib.

“Dia bekerja di bangunan itu dengan harapan dia aman di situ. Tapi dia tidak sadar bahwa jala yang kita tebar melalui Medsos sudah kemana-mana,” urainya. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.