Pejabat Dinas PUPR Jelaskan Biang Kerok Banjir yang Mengepung Palembang

Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang saat meninjau titik banjir, Rabu (1/9/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Hujan yang terjadi Rabu (1/9/2021) siang hingga sore kemarin, menyebabkan sejumlah permukiman masyarakat dan jalan protokol di Kota Palembang tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

Dari analisa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, biang kerok dari banjir kemarin.

Read More

Ternyata banjir itu diakibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah melakukan pengerjaan konstruksi di Sungai Bendung dan Sungai Sekanak.

Sehingga saat musim hujan yang datang tidak bisa terprediksi, menyebabkan banjir yang cukup tinggi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Akhmad Bastari Yusak mengatakan, musim hujan datang lebih cepat dari perkiraan.

Berdasarkan perkiraan BMKG bulan Oktober, akan tetapi ternyata tanggal 1 September hujan lebat dan berlangsung lama sehingga menyebabkan munculnya titik genangan banjir.

“Memang kita masih ada pengerjaan di Sungai Bendung dan Sungai Sekanak seperti pengerukan, perbaikan dinding, karena konstruksi di dua sungai ini menyebabkan adanya aliran air yang terhambat,” katanya, Kamis (2/9/2021).

Menurut dia, saat ini Kota Palembang memiliki delapan pompa air.

Untuk mengatasi kondisi darurat karena cuaca tidak bisa diprediksi, PUPR memiliki tiga pompa air mobile dan tim yang akan terjun sesuai wilayah yang dipetakan.

“Kapasitasnya 10-20 liter perdetik. Titik prioritas ada di sepanjang jalan utama seperti Jalan Kapten A Rivai, Veteran, RE Martadinata, Ahmad Yani, Urip Sumiharjo,” katanya.

Titik banjir di depan Kantor Gubernur Sumsel masih bermasalah karena kapasitas pompa yang kurang maksimal.

Selain karena sedang ada konstruksi, penyebabnya sendimentasi, drainase menyempit, dan minimnya kolam retensi.

“Sekarang semua titik genangan tidak seperti dulu lagi, sekarang di bawah enam jam sudah surut,” katanya.

Pastinya, kata dia, tahun ini ada penambahan kolam retensi dari APBD Kota Palembang dan saat ini baru rencana pembebasan lahan.

Akan tetapi menurutnya, Pemkot Palembang dapat satu kolam retensi yang besar di lokasi perkantoran pemerintah yang baru di Keramasan seluas 10 hektar.

“Kita punya 46 kolam retensi itu belum ideal, berdasarkan studi ITB harusnya 77 kolam retensi,” katanya. (iya)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.