Palembang, Sumselupdate.com – Pasien positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengalami peningkatan.
Per hari ini, Jumat (19/6/2020), terdapat 84 kasus positif tambahan. Dengan demikian hingga kini total kasus positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 1.680 kasus.
Adapun tambahan kasus tersebut terbanyak dari Kota Palembang sebanyak 78 kasus, Musi Rawas satu kasus, Banyuasin satu kasus, Empat Lawang satu kasus , Muaraenim satu pasien dan Kabupaten PALI dua orang.
Hingga kini total kasus positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 1.680 kasus.
Sementara kasus sembuh terjadi penambahan 29 orang, di mana 28 pasien dari Palembang dan Kabupaten OKU Selatan satu orang.
“Meninggal juga bertambah satu orang dari Palembang. Sehingga seluruh Sumsel total ada 66 orang. Sejauh ini pasien positif aktif di Sumsel ada 875 orang,” jelas dia.
Untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 7.842 orang, sudah selesai pemantauan 6.014 orang, dan 1.828 orang masih dalam proses pemantauan.
Kasus pasien dengan pengawasan (PDP) ada 834 orang, selesai pengawasan 371 orang dan masih dalam proses 463 orang.
“Kalau kita melihat dari disiplin masyarakat terus meningkat tentunya kasus akan menurun. Tetapi bila kedisiplinan longgar dan menganggap new normal kehidupan seperti biasa tentunya kasus akan meningkat (positif Corona–red),” kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel, Yusri dalam press realese, sore ini.
Dia mengatakan, saat ini kondisi pemeriksaan yang belum ideal dikarenakan dengan penduduk Sumsel delapan juta jiwa, baru sekitar 30 ribuan sampel yang diperiksa.
“Saat ini posisi kita masih 10.000 sampel (yang diperiksa), artinya masih jauh,” kata Yusri.
Ia menambahkan, pemeriksaan atau tes usap di ruang publik akan dilakukan apabila ditemukan kasus penularan di ruang publik.
Saat ini, lanjut dia, untuk pemeriksaan di ruang publik adalah dengan mempertimbangkan risiko dan kemampuan pemeriksaan laboratorium.
“Tetapi apabila di ruang publik itu ditemukan kasus kita tetap akan lakukan tracing dan pengambilan sampel spesimen (testing),” tambahnya.
Ia mengatakan, dengan melihat kemampuan atau kapasitas laboratorium Sumsel yang memang sudah mampu melakukan pemeriksaan paling tidak atau minimal 1.000 sehari, maka tes usap masif akan segera dilakukan.
“Kita akan lakukan tes masif terutama di ruang publik,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak bisa memprediksi secara tepat penyebab peningkatan kasus positif baru di Sumsel. (ron)











