PALI, Sumselupdate.com — Satu bulan pasca lebaran Hari Raya Idul Fitri 1439 H, harga sejumlah komoditi pokok di Pasar Inpres Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI tetap mengalami kenaikan.
Pantauan Sumselupdate.com, Minggu (15/7/2018), harga telur ayam di pasar inpres Pendopo yaitu Rp 26 ribu per kilogram. Bahkan, dalam tiga hari terakhir harganya sempat di angka Rp 28 ribu per kilogram.
Harga itu sangat tinggi dibanding sebelum Hari Raya Idul Fitri yang hanya Rp 19 ribu per kilogram. Satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Dan sekarang, harganya sudah mencapai Rp 26 ribu s.d Rp 28 ribu per kilogram.
Kondisi ini sangat dikeluhkan masyarakat kabupaten PALI, tak terkecuali pedagang martabak telur yang ada di kecamatan Talang Ubi, seperti yang diutarakan Nana.
“Sudah satu minggu harga telur di pasar Rp 26 ribu per kilogram. Namun, sempat jugo naik jadi Rp 28 ribu satu kilogramnyo. Jelas pak kami sangat mengeluhkan hal ini, karena omset keuntungan kami jadi berkurang akibat harga modal yang juga naik,” ungkap Nana salah satu pedagang martabak telur.
Dia berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten PALI untuk bisa kembali menstabilkan harga telur ayam. “Semoga saja Pemkab PALI ada solusinya, karena jangan sampai kondisi ini berlarut-larut yang nantinya bisa merugikan masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Edi salah satu pedagang di pasar inpres Pendopo mengaku bahwa naiknya harga telur ayam itu berasal dari agennya.
“Naik dari sananya pak, kami disini hanya menjual dan mencari untung sedikit. Katanya sih akibat stok yang sedikit makanya harga telur ayam belum juga turun,” ujarnya. (adj)











