Pasca Diresmikan, 15 Kabupaten/Kota di Sumsel Sudah Punya Kepengurusan Partai Gelora

Rabu, 13 November 2019
Partai Gelora

Palembang, Sumselupdate.com – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) resmi lahir pada 28 Oktober 2019 dan dicatatkan di notaris pada 4 November lalu. Pendiri partai tersebut merupakan eks Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Anis Matta, bersama mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah serta eks kader PKS lainnya.

Sementara di Provinsi Sumsel sendiri, terdapat nama- nama eks petinggi dan anggota DPRD Sumsel seperti Erza Saladin sebagai Ketua DPW Gelora Sumsel dan Yuswar Hidayatullah serta Saiful Rahman.

Read More

Erza Saladin mengatakan, kepengurusan sudah terbentuk, termasuk di tingkat kabupaten/kota se-Sumsel. “Untuk saat ini  kami harus fokus menjadikan Partai Gelora lolos di Kemkumham RI,” ujar Erza.

Diterangkan Erza, syarat mendirikan Parpol harus ada 100 persen pengurus tingkat provinsi (DPW) se-Indonesia, kemudian pengurus ditingkat Kabupaten/kota minimal 75 persen.

“Untuk Sumsel sudah 15 dari total 17 Kabupaten/kota terbentuk pengurusan, artinya sudah 88 persen. Kemudian tingkat Kecamatan yang sudah mencapai 50 persen dan akan terus dimatangkan,” ujarnya seraya pihaknya terus memback up DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Gelora untuk memenuhi syarat mutlak menjadi parpol.

Ditambahkan mantan anggota DPRD Sumsel ini, jika Partai Gelora berazaskan Pancasila dan secara terbuka sepakat dengan ide- ide besar untuk menjadikan Indonesia berpangaruh di dunia dan muka bumi.

“Jadi kami silahkan bergabung, partai Gelora tidak dibatasi SARA, kita tidak membedakan partai nasional dan agamis, atau mau jadi partai kiri, tengah atau kanan. Tapi membuat Indonesia lebih berpengaruh kedepannya,” ujarnya.

Lanjutnya, jika sebagian pengurus Partai Gelora berasal dari PKS, namun ada juga dari partai lain. Dimana, ia dan para eks kader PKS bergabung dan mendirikan partai Gelora, karena tujuannya satu menjadikan negara Indonesia kuat dengan menggabungkan massa kejayaan Presiden Soekarno dan Soeharto untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kita bukan kecewa (keluar PKS) tapi tidak nyaman dalam kontek organasi tidak berjalan. Cara pandang mengelolah Indonesia, dan sikap pengelolaan parpol. Bagaimana objek parpol ini diberdayakan bukan dimatikan. Kalau  eksklusif dan terbatas ruang gerak tidak mendapat respon, sebab masyarakat menginginkan negara kuat, ekonomi kuat, lapangan kerja luas, dan kebebasan berekspresi atau berpendampat juga,” tandasnya.

Sementara itu munculnya partai baru Gelora yang mayoritas penggagas partai ini adalah mantan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), diakui PKS Sumsel bukan lah suatu ancaman kedepan.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sumsel Mgs Syaiful Fadli, pihaknya tidak merasa terancam dengan lahirnya partai Gelora Indonesia, malahan menjadikan kader PKS semakin solid.

“Kita tidak mengkhawatirlah dan kita doakan bisa sukses kedepan. Tapi yang jelas, hal ini justru menjadikan PKS semakin solid, serta akan terlihat mana yang komitmen dengan PKS,” kata Syaiful Fadli.

Diungkapkan anggota DPRD Sumsel ini, partainya tidak bisa melarang dan setiap orang punya pilihan. Dimana ini adalah pilihan kawan – kawan yang keluar dari rumah PKS karena sudah punya rumah baru. “Jadi kita tidak boleh memaksa kalau ada yang ingin pindah rumah,” tegas Saiful.

Meskipun begitu, pihaknya juga meminta kalau sudah pindah karena keinginan pribadi, hendaknya tidak mengajak seisi rumah, dan silakan berbahagia di rumah yang baru tanpa perlu saling menjelekkan rumah tangga lama.

“Alhamdulillah kader Sumsel solid dan tegak lurus ke DPP PKS. Ini justru semakin menguatkan kader PKS,” tandas Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel ini. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts