Pasca-Bentrok Berdarah di Muba, Madani Menyerahkan Diri

Ilustrasi

Sekayu, Sumselupdate.com –Sehari setelah bentrok berdarah yang terjadi antara penjaga keamanan KUD dengan kelompok tani (koptan) yang berasal dari Kayuara, Sekayu Sabtu (3/9), seorang saksi yang sempat menyerahkan diri, Madani (63) telah meyerahkan diri ke Polres Muba, Minggu (4/9), sekitar pukul 07.00.

Kapolres Muba, AKBP Julihan Muntaha, SIk melalui Kasat Reskrim AKP N Edyanto, SIk, mengatakan, usai menyerahkan diri Madani dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, Madani  saat ini statusnya masih saksi, apabila bukti-bukti mencukupkan, maka statusnya akan dinaikkan.

Dikatakannya, menurut keterangan Madani awal mula terjadinya bentrok tersebut ketika salah satu anaknya yakni Beni luka bacokan yang dilakukan korban Mustaqim.

Melihat salah satu saudaranya terkena sabetan senjata tajam oleh Mustaqim, Tamrin yang merupakan saudara Beni yang juga anak Madani langsung menyerang Mustaqim dengan membacok lehernya sehingga nyaris putus. Mustaqim seketika tewas di tempat.

Keterangan Madani, teman-teman Mustaqim yang juga berprofesi sebagai petugas keamanan ikut menyerang kelompok Madani CS.

Sehingga bentrok berdarah tidak terhindarkan. Akibat peristiwa ini tiga orang tewas dan dua lainnya terluka.

Ketiga korban yang tewas, yakni Mustakim (39), warga Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh. Korban menemui ajal setelah menderita luka bacok pada bagian kepala dan leher.

Korban tewas lainnya Irawan (30), warga  Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh. Dia meregang nyawa tertembak pada bagian dada sebelah kanan.

Kemudian,  Tarmizi (31), warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh yang meninggal dunia terkena tembakan di dada sebelah kanan.

Sedangkan yang mengalami luka Gunawan (25), warga Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh. Gunawan mengalami luka tembak pada bagian tangan sebelah kanan.

Korban luka lainnya, Arikasim (25), warga Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu. Dia mengalami luka bacok pada tangan bagian kanan. Saat ini baik Arikasim dan Gunawan dirawat di RSUD Sekayu.

Kasat Reskrim AKP N Edyanto, SIk menambahkan tim saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap anak Madani yang berjumlah tiga orang.

Diberitakan sebelumnya, bentrok berdarah ini diduga kasus sengketa lahan di PT Gatri Peconina Industri (GPI) di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), berakhir bentrok berdarah.

Bentrok tersebut antara petugas keamanan perusahaan sawit tersebut dengan warga yang melibatkan kelompok Madani yang berasal dari Kelurahan Kayu Are, Kecamatan Sekayu.

Akibat peristiwa yang terjadi, Sabtu (3/9) pagi tadi, tiga orang tewas terkena tembakan dan luka bacokan senjata tajam dan dua orang luka berat.

Kapolres Muba AKBP Julihan Muntaha melalui Kasat Reskrim Polres Muba, AKP N Edyanto SIk mengatakan, tiga korban tewas semuanya dari petugas keamanan KUD yang menjaga perkebunan sawit PT GPI.

Menurut dia, pascakejadian ini, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti pistol rakitan dan senjata tajam. (est)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.