Muarabeliti, Sumselupdate.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) membangun pasar tradisional di komplek Agropolitan Centre (AC) untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sayangnya sejak selesai dibangun sampai saat ini pasar tersebut tidak pernah difungsikan. Bahkan informasi terakhir pasar yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut diduga dijadikan tempat muda-mudi untuk pacaran. Kuat dugaan bisa juga dijadikan sebagai tempat mesum.
Anggota DPRD Mura dari Fraksi Nasdem, Moch Din Said, mengakui, pasar tradisional di komplek AC Muara Beliti sebagai tempat pertemuan muda-mudi yang bisa dijadikan sebagai tempat mesum.
“Karena tidak difungsikan, maka pasar tradisional di komplek AC Muara Beliti saat ini menjadi tempat pertemuan muda-mudi,” jelasnya.
Dia mengatakan alangkah baiknya kalau pasar tersebut difungsikan dengan cara melengkapi fasilitas.
”Fasilitas dilengkapi, ada kemungkinan pasar tersebut bisa difungsikan,” jelasnya.
Dengan belum difungsikan pasar tersebut, menimbulkan kesan pembangunannya mubazir dan menghambur-hamburkan uang Negara.
“Bisa jadi belum difungsikannya pasar tersebut terkesan pemborosan anggaran,” ungkapnya.
Dia menduga, penyebab pasar tersebut belum difungsikan karena penempatannya kurang potensial, sebab jauh dari pemukiman penduduk.
“Seperti pasar di Kecamatan STL Ulu Terawas, Megang Sakti, Muara Lakitan, semuanya kurang potensial tempatnya,” paparnya.
Masih katanya, memang ada sebagian pasar tersebut sudah ada yang berfungsi tetapi belum begitu maksimal.
Sementara into, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Mura, Bambang Hermanto, ketika dihubungi melalui ponselnya belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan ini lantaran ketika dihubungi telepon genggamnya dalam kondisi tidak aktif. (ain)











