Baturaja, Sumselupdate.com – DPD Partai Golkar OKU siap mengusung jago dalam Pemilihan Bupati (Pilbub) Ogan Komering Ulu (OKU) pada 27 November 2024 mendatang.
Pernyataan ini dikemukakan Ketua DPD Partai Golkar OKU, Yoni Risdianto, SH dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan pengurus dan kader Golkar sekaligus pemberiaan santuan terhadap anak yatim piatu di Hotel The Zuri Baturaja, Senin (8/4/2024).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Golkar OKU, Aparili Maulidi, Bendahara OKU, Hendra Maeisah serta pengurus dan kader Partai Golkar lainnya.
Menurut Yoni Risdianto, dalam pilbup OKU, pihaknya akan mencalonkan kader terbaik. Untuk itu, seluruh kader harus mendukung calon bupati atau wakil bupati yang diusung partai berlambang pohon beringin ini.
“Saya tidak mau ada kata tidak mendukung, siapapun dia yang kita calonkan nanti harus kita dukung dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan siapa yang diusung oleh Partai Golkar akan menjadi bupati dan bisa membuat perubahan yang lebih baik lagi untuk Kabupaten OKU,” ucap dia.
Optimisme siapa yang diusung Partai Golkar bisa menjadi pemimpin di OKU, menurut Yoni Risdianto, Partai Golkar sampai sekarang masih diminati masyarakat.
“Saat pelaksanaan pileg lalu, hasil yang didapat Partai Golkar OKU memuaskan. Hasil ini merupakan wujud nyata kalau Partai Golkar masih diminati. Saya berharap nanti para caleg yang menang dalam pileg lalu, harus bergandengan tangan untuk membuat Golkar ini lebih besar lagi,” katanya.
Sementara itu, penceramah Ustadz Rahmat Subki dalam tausyiahnya mengemukakan pada akhir bulan Ramadhan ada tiga kelompok golongan.
“Kelompok pertama sangat sedih berpisah dengan bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang penuh dengan berkah, dan mereka takut tidak akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya,” ujarnya.
Kelompok kedua mereka yang sangat senang dengan berakhirnya bulan Ramadhan, karena mereka beranggapan saat bulan Ramadhan tidak bisa makan dan minum di siang hari.
Kelompok ketiga yakni orang-orang yang biasa saja. “Mereka bilang tidak terasa sudah mau lebaran, sebab mereka tidak puasa dan tidak juga melaksanakan shalat tarawih. Makanya mereka tidak terasa, bagi yang melakukan puasa dan shalat tarawih tentunya akan terasa,” jelasnya. (**)











