Palembang, Sumselupdate.com – Jendy Pangabean, satu-satunya atlet disabilitas Sumsel yang berhasil meraih tiket Paralimpyc di Brazil Rio de Jenairo 2016 terus memaksimalkan latihan meskipun di bulan Ramadhan.
Pasalnya, dirinya pun mengakui kekuatan negara peserta Paralympic Rio de Jenairo September mendatang sangatlah tangguh. Hal ini merupakan evaluasi ketat setalah turun di Portugal Open, awal Mei lalu.
“Harus latihan terus sekarang, karena kita sudah tahu lawan-lawannya tak jauh dari Portugal Open kemarin,” ujar Jendy, Kamis (9/6).
Jendy yang nantinya akan turun bersama rekannya Melianus Yuwei (Papua), Agus Naimen (Jawa Tengah) dan Suci Andriani (peraih willcard) mengaku menggeber latihan dengan minimal 9-10 kilo meter lintasan renang dalam sehari.
“Bulan Ramadhan, dikurangi endurence-nya di pagi hari. Tapi sore tetap pakai endurance,” tutur perenang spesialis gaya punggung 100 meter ini.
Catatan waktu yang ia raih pada ASEAN Para Games (APG) 2015 lalu di Singapura dengan catatan 1.07″.12′ merupakan awal dirinya berhasil manjadi calon kontestan yang cukup diperhitungkan di Paralympic Rio September mendatang.
Menurut Jendy, meskipun berat Paralimpyc Brazil 2016 yang akan ia ikuti kemudian lanjut di multi event Peparnas 2016 di Bandung menjadi targetnya yang ia cita-citakan. Selain levelnya yang bergengsi, maka menang dari ratusan negara peserta menjadi kebanggan tersendiri baik bagi dirinya, orang tua maupun bagi Merah Putih. (tra)











