Panggil Kapolri soal TGPF Novel, Jokowi: Semua Harus Tuntas

Jumat, 3 November 2017
Novel Baswedan

Jakarta, Sumselupdate.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jokowi akan menanyakan tentang perkembangan pengusutan teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Nanti, nantilah Kapolri saya undang, saya panggil,” kata Jokowi usai meresmikan Tol Becakayu, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/11/2017).

Read More

Jokowi menegaskan teror ke Novel itu harus gamblang diungkap. Selain itu, tentunya, menurut Jokowi, pengungkapan kasus itu harus tuntas.

“Di prosesnya sudah sejauh mana. Yang jelas semua masalah harus gamblang, harus jelas, harus tuntas,” kata Jokowi.

Dorongan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait kasus Novel memang semakin gencar. Terlebih, kasus itu sudah lebih dari 6 bulan dan belum juga ada kejelasan.

Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto sebelumnya menyebut bila kasus Novel itu tergolong sulit. Dia menyebut pengungkapan kasus itu bisa memakan waktu cukup lama.

“Kalau model kasus-kasus hit and run ini memang relatif sulit, dalam artian kita tidak bisa, bisa saja, ini baru berapa bulan. Ada yang sudah 4 tahun baru ketangkap dia, pelakunya,” kata Ari Dono di gedung Polri, KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (1/11).

Sedangkan terkait pembentukan TGPF, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Menurut KPK, kasus Novel berada di ranah pidana umum dan yang berwenang menangani adalah kepolisian.

“Kalau secara teknis pasti yang secara pro yustisia harus di kepolisian. Tidak ada pilihan lain soal itu. Karena sanksi esensi yang berwenang dengan tindak pidana umum kan ada di kepolisian,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (2/11).

Namun, soal alternatif solusi menurut Febri tidak menutup kemungkinan dibuat tim lain di luar tim teknis. Pembentukan TGPF bisa jadi salah satunya.

“Misalnya kalau tim tersebut di bawah Presiden, tentu pertimbangan Presiden dan jajarannya yang menjadi poin di sana. Terkait permintaan teman-teman koalisi sebelumnya itu kan meminta KPK mengirimkan surat kepada Presiden. itu kan sedang dibahas saat ini,” kata Febri.

Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja selesai menunaikan ibadah salat subuh di masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dari belakang Novel, muncul 2 orang mengendarai sepeda motor matic menyiramkan air keras ke arah muka Novel dari gelas melamin. Novel pun mengalami luka di kedua mata sehingga harus dirawat di Singapura hingga saat ini. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts