Martapura, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan malakukan kegiatan panen anak sapi (Pedet), gerakan singkronisasi estrus dan pencanangan gerakan pembersih kandang serta kontes ternak se-Kabupaten OKU Timur, di Desa Bandar Jaya, Kecamatan BP Peliung, Rabu (30/10/2019).
Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya mengungkapkan, OKU Timur merupakan penyumbang sapi potong terbesar di Sumsel. Dalam data yang ada sekitar 23,51 persen, secara jumlah hewannya sebanyak 68.995 ekor sapi dari jumlah total populasi di Sumsel tahun 2018 lalu setidaknya sebanyak 294,714.
“Dalam perkembangan serta peningkatannya populasi sapi di Kabupaten OKU Timur mempunyai potensi yang luar biasa untuk membangun ekonomi masyarakat berbasis pengembangan hewan ternak,” ucapnya.
Ia mengatakan, pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, dimana sektor ini merupakan nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk.
“Diketahui ketahanan pangan dan gizi merupakan pondasi utama disamping ketahanan ekonomi. Sebagai institusi pemerintah kementerian pertanian harus berperan aktif dalam menangani masalah pangan yang merupakan sumber dari populasi dan produktifitas peternakan, serta mendukung demi terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional melalui bahan pangan yang bersumber dari hewani,” tuturnya.
Kholid juga menambahkan, Pemkab OKU Timur melalui Dinas Peternakan dan Perikanan melakukan terobosan besar dalam peningkatan populasi sapi potong, hal ini merupakan inovasi yang dilakukan dan juga merupakan suatu dedikasi yang tinggi oleh petugas di lapangan sehingga berbuah manis dan meraih penghargaan bergengsi dari MURI dengan katagori rekor “Inseminasi buatan pada hewan sapi terbanyak.
“Semoga terobosan seperti yang dilakukan oleh Diskanak kabupaten OKU Timur mampu membakar semangat para OPD dalam pencapaian kinerja dan berbuat untuk masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur Ir Kanjeng Tubagus Sunarseni mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya dalam mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo, serta membantu mewujudkan untuk Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan demi meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat
“Sinkronisasi Estrus merupakan suatu usaha untuk menimbulkan birahi pada sekelompok ternak secara bersamaan dengan bantuan hormon sehingga diperoleh peningkatan angka kebuntingan,” jelasnya. (mat)











