PALI, Sumselupdate.com – Ratusan tracker terbaik dari region-region di wilayah Indonesia beradu tangkas di sirkuit Talang Karangan, Ibukota Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, untuk menjadi yang terbaik di nusantara ini, dalam Grand Final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack 2017 Indonesia.
Perwakilan region yang hadir dalam acara yang digelar, Minggu (3/12) itu, region satu dikuti Provinsi Sumsel, Jambi, Lampung dan Bengkulu. Region dua dari Provinsi Jawa Tengah. Region empat diwakili Provinsi Kalimantan Tengah. Region lima diwakili Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan, region tiga Provinsi Bali, NTB, NTT, dan region enam Maluku dan Papua tidak dapat hadir.
Ketua IMI Provinsi Sumsel Augie Bunyamin, didampinggi IMI Korwil Kabupaten PALI, Deny Pramulya mengatakan, bahwa dirinya sangat banga dengan Kabupaten PALI yang mampu mengelar Grand Final Kejurnas Grasstrack 2017 Indonesia ini yang kali pertamanya di gelar di Pulau Sumatera.
“Kita patut berbangga dengan Bupati Ir H Heri Amalindo MM yang mampu mengelar Grand Final Kejurnas Grasstrack 2017 Indonesia pertama kalinya di pulau Sumatera. Karena, selama ini Grand Final selalu digelar di pulau Jawa. Untuk itu kita akan berusa menjadikan sirkuit ini sebagai sirkuit internasional,” ungkapnya.
Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM mengatakan, dengan diselengarakanya Grand Final Kejurnas Grasstrack 2017 Indonesia ini di Bumi Serepat Serasan ini, diharapkanya kedepan sirkuit Talang Kerangan Ibukota Pendopo bisa dijadikan sirkuit permanen untuk para tracker-trecker di Indonesia dalam menguji ketanguhan motornya.
“Persiapan mengelar ini cuma tiga bulan terakhir. Namun, semuanya berjalan sukses. Harapan kita, semoga sirkuit Talang Kerangan bisa menjadi sirkuit parmanen nasional. Namun, kita minta event-event skala internasional juga bisa digelar disini, dan kami siap untuk mengelarnya,” ujar Mantan Kepala Dinas PUBM Provinsi Sumsel ini seraya mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan menggelar kejuaraan lainnya di Bumi Serepat Serasan.
Sementara, tracker Kabupaten PALI, Dewa Bu’ek, yang menjadi satu-satunya pembalap tuan rumah di kelas pemula mengatakan, bahwa pertandingan kali ini sangat berat baginya, karena harus bertanding dengan para tracker juara dari masing-masing region di seluruh Indonesia.
“Sangat berat bertanding dalam Grand Final Kejurnas Grasstrack 2017 Indonesia hari ini. Karena, tracker-tracker yang bertanding ialah para tracker yang menjuarai dari masing-masing region yang ada di Indonesia,” kata pembalap keruk tanah ini. (adj)











