Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan orangtua murid dan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 38 Palembang melakukan unjuk rasa di kantor Disdikpora kota Palembang, Kamis (15/12/2016).
Unjuk rasa yang didominasi para ibu Rumah Tangga (RT) menuntut pembatalan pergantian kepala sekolah SDN 38 bernama Mulyadi yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan prestasti siswa.
Saat melakukan unjuk rasa para pengunjuk rasa turut membawa spanduk bertuliskan ‘Jangan ganti kepala sekolah kami’.
Seorang pengunjuk rasa, Petty, menilai Mulyadi merupakan sosok kepala sekolah yang sangat peduli dengan siswa dan kinerjanya juga sangat baik.
“Pergantian kepala sekolah akibat dari adanya Regrouping satu sekolah. Antara SDN 35 dan SDN 38 yang dijadikan satu menjadi SDN 35. Nah, kami hanya ingin Pak Mulyadi lah yang memimpin sekolah itu bukan kepala sekolah lain,” katanya.
Menurut Pretty karena berdasarkan kinerja kepala sekolah yang dinilai baik. Apalagi dengan semua aktivitas siswanya digratiskan dan sudah banyak kemajuan yang dibuat olehnya.
“Semenjak beliau datang SDN 38 banyak kemajuan. Beliau bekerja memberikan bukti, tidak hanya melalui mulut saja atau memerintah guru dan siswa lainnya,” katanya..
Pengunjuk rasa tidak mempermasalahan adanya penggabungan sekolah, namun mereka hanya menolak adanya pergantian kepala sekolah.
“Kalau pun digabung dua sekolah tadi, Janganlah kepala sekolah kami yang diganti. Kalau mau diganti ya ganti semuanya,” katanya.
Kasi Kurikulum TK/SD Disdikpora kota Palembang, Haris Basid yang menerima pengunjuk rasa mengatakan semua usulan dan saran dari pengunjuk rasa dan semuanya nanti akan dikembalikan ke Kadisdikpora Palembang.
“Semua permintaan sudah kita tampung. Eksekusinya kembali kepada kadisdikpora kota Palembang nantinya,” katanya. (ery)











