Baturaja, Sumselupdate.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta gabungan mahasiswa yang ada di Baturaja, mengambil sikap terkait jumlah tenaga kerja asing di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Mereka menilai, saat ini tenaga kerja asing yang bekerja dibeberapa perusahaan di OKU sudah sangat banyak. Parahnya, tenaga kerja yang masuk ke OKU mayoritas tenaga kerja kasar dan tidak diketahui keahlian apa yang dimiliki. Serta perizinannya tinggal di Indonesia hingga kini dinilai belum jelas.
“Sementara, dinas terkait belum mendata secara lengkap. Untuk itu, kami mengindikasi ada jaringan besar dalam penyelundupan dan status ternaga kerja asing di Kabupaten OKU,” kata Ketua HMI Baturaja, Eko Saproni usai pernyataan sikap HMI, BEM Unbara, AMIK Baturaja, STIKES Al-Ma’arif dan STAI Baturaja, Jumat (21/10/2016) di Sekretariat HMI setempat.
Atas perihal yang memprihatikan dan gejolak yang semakin besar dikalangan mahasiswa, pemuda dan masyarakat itulah, pihaknya mengindikasi penyelundupan dan status tenaga kerja asing yang jumlahnya tak menentu, baik dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi .
“Disnaker harus bertanggungjawab atas kegaduhan ini, terkait dugaan penyelundupan dan status tenaga kerja asing yang tak jelas,” tegas Eko.
Tak hanya itu, mereka juga meminta dan mendukung penuh aparat penegak hukum untuk percepatan peningkatan status dari penyidikan menjadi penuntutan. Dalam waktu dekat pihaknya akan menghadiahi koin penghargaan yang akan dikumpulkan atas lambatnya kinerja lembaga terkait.
“Jika dalam 3×24 jam tuntutan ini tak dipenuhi, kami akan turun dengan jumlah lebih besar dan men sewiping tenaga kerja asing asing ke perusahaan. Ini bukan main-main, demi kepentingan warga pribumi,” tandasnya (yan)











