OJK Sumsel Ajak Wirausaha Muslimah Melek Keuangan Syariah, Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga

Writer: - Kamis, 12 Maret 2026
Narasumber dari OJK dan BSI Palembang memaparkan materi pengelolaan keuangan usaha berbasis syariah kepada peserta kegiatan literasi. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan literasi keuangan syariah bagi organisasi wirausaha muslimah di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.

Kegiatan bertajuk ‘Sumsel Maju Berekonomi Syariah: Literasi Keuangan Syariah kepada Organisasi Wirausaha Muslimah’ ini merupakan salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha perempuan.

Read More

Kegiatan ini diikuti berbagai organisasi perempuan di Sumatera Selatan, di antaranya TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Dharma Wanita Persatuan,

Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Selatan, serta organisasi wirausaha muslimah lainnya yang berperan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian dari kampanye SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) yang diinisiasi OJK untuk meningkatkan pemahaman perempuan, khususnya pelaku usaha, terhadap pengelolaan keuangan dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan syariah secara bijak.

Peserta dari berbagai organisasi perempuan mengikuti edukasi literasi keuangan syariah dalam program Sumsel Maju Berekonomi Syariah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 1447 Hijriah (GERAK Syariah) yang diselenggarakan secara nasional selama bulan Ramadhan.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mendorong para perempuan agar semakin berani mengembangkan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara produktif melalui layanan keuangan syariah.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami mendorong para wirausaha muslimah untuk terus mengembangkan usaha secara produktif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai produk dan layanan keuangan syariah secara tepat,” ujar Arifin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Fitriana mengatakan peningkatan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya saing.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat budaya literasi di masyarakat serta mendukung penguatan ekonomi keluarga dan pembangunan daerah,” katanya.

Sesi edukasi keuangan syariah dalam kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan, Asnawati, serta Deputi Pemimpin Wilayah Bank Syariah Indonesia Palembang Djoko Effendi.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan pemahaman mengenai konsep dasar keuangan syariah, pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, serta pengelolaan keuangan usaha yang sehat dan berkelanjutan bagi pelaku usaha.

Melalui kegiatan ini, OJK bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap para peserta dapat menjadi agen literasi keuangan syariah di lingkungan masing-masing, sehingga mampu mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara lebih luas sekaligus berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah.

Ke depan, OJK Provinsi Sumatera Selatan bersama TPAKD Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah, memperluas akses pembiayaan syariah bagi UMKM, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts