Nurbaya, Nenek Tuna Netra di Sekayu Muba yang Terlupakan

Selasa, 12 Mei 2020
Nenek Nurbaya yang buta dan hidup sendiri di pondok kayu yang berada di Jalan Suluk Danau Ulak Lia, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Sumsel.

Sekayu, Sumselupdate.com – Nurbaya (75), kesehariannya hidup sendiri di pondok kayu yang berada di Jalan Suluk Danau Ulak Lia, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Nenek lansia yang tuna netra ini hidup sendiri di pondok kayu berukuran 3X3 meter, setelah ditinggal suaminya untuk selama-lamanya sepuluh tahun lalu.

Read More

Nurbaya hanya bisa terbaring di dalam rumah, hanya satu bola lampu yang setia menemani sang nenek ketika malam hari.

Sehari-hari nenek Nurbaya diurus oleh sang ponakan yang rumahnya berada tepat di depan pondoknya.

Kartubi, keponakan nenek Nurbaya mengungkapkan hampir tujuh tahun dirinya mengurus sang bibi yang sudah lansia dan mengalami buta.

“Ya sudah beberapa tahun bibi tinggal di rumah ini, dirinya tidak mau tinggal di rumah kami, maunya di rumah inilah, makan minum dan lainnya semua kami yang urus, Bibi hanya bisa berbaring,” kata Kartubi, Selasa (12/5/2020).

Pondok kayu yang didiami Nenek Nurbaya yang berada di Jalan Suluk Danau Ulak Lia, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Sumsel.

 

Dikatakan Kartubi, selama dirinya mengurus sang bibi belum pernah ada bantuan-bantuan jenis apapun dari pemerintah.

Namun diakuinya terkadang ada bantuan dari seseorang yang kasihan melihat nasib nenek Nurbaya, akan tetapi sifatnya pribadi.

“Bantuan langsung tunai yang sekarang ini disalurkan oleh pemerintah baik untuk kelurga kami maupun bibi kami tidak menerima, bahkan terdata pun kami tidak,” keluhnya.

Senada dikatakan Kartijo  yang sehari-hari bekerja sebagai tukang depot pembuat kusen kayu ini.

Dia mengaku belum pernah pihak pemerintah kabupaten maupun pihak kelurahan yang mendata nenek Nurbaya sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

“Banyak tetangga yang menyarankan agar melapor ke pihak terkait. Dulu pernah ada orang yang membantu untuk didata oleh pihak Dinas Sosial, namun hingga saat ini belum ada kabar,” cetusnya.

Kartijo mengatakan, nenek Nurbaya dan keluarganya sangat layak mendapatkan bantuan. Terlebih dalam kondisi seperti saat ini pendemi Covid-19. (edi setiawan)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts