Ngamuk dan Banting Ban Kapten Usai Golnya Dianulir, Ronaldo Dikritik

Cristian Ronaldo saat mengungkapkan kekesalannya dengan membanting ban kapten.

Beograd, Sumselupdate.com – Mantan pemain timnas Portugal Fernando Meira mengkritik reaksi Cristiano Ronaldo usai golnya tak disahkan. Ronaldo dinilai tak seharusnya membanting ban kapten.

Insiden tersebut terjadi di laga Serbia vs Portugal dalam kualifikasi Piala Dunia yang digelar di Stadion Rajko Mitic, Minggu (28/3/2021) dini hari WIB. Pertandingan ini berakhir dengan skor 2-2.

Bacaan Lainnya

Portugal unggul dua gol lebih dulu di babak pertama berkat dua gol Diogo Jota. Namun, Serbia membalas di paruh kedua lewat gol-gol Aleksandar Mitrovic dan Filip Kostic.

Portugal sejatinya bisa saja memenangi pertandingan tersebut andai wasit mengesahkan gol Cristiano Ronald di injury time. Saat itu, bola sepakan Ronaldo sudah meluncur ke gawang Serbia sebelum disapu Mitrovic.

Wasit menilai bola belum sepenuhnya melewati garis gawang Sebia, meski tayangan ulang memperlihatkan sebaliknya. Cristiano Ronaldo pun ngamuk.

Setelah protes keras ke wasit, Ronaldo meninggalkan lapangan meski pertandingan belum berakhir. Dia berjalan sambil melepas ban kapten dan kemudian membantingnya.

Fernando Meira memahami kemarahan Cristiano Ronaldo. Namun, Meira menilai Ronaldo tak seharusnya bereaksi sampai membanting ban kapten.

“Itu jelas gol, tapi Ronaldo tidak boleh melempar ban kapten seperti itu. Reaksi Cristiano itu wajar, tapi tidak bisa diterima dari seorang kapten tim nasional,” ujar Meira kepada Record seperti dilansir Football Italia.

“Anda tidak boleh melempar ban kapten ke tanah dan masuk ke ruang ganti ketika pertandingan masih berjalan.”

“Itu adalah sikap yang tak bisa diterima dari seorang pemain sekaliber dia.”

“Saya memahami rasa frustrasinya dan saya sepakat dengannya karena golnya seharusnya sah, tapi wasit harus membuat keputusan tanpa VAR dan dia harus memberi contoh,” katanya soal reaksi Ronaldo. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.