Palembang, Sumselupdate.com – Dengan mengaku anggota BNN Batam, pria pengangguran bernama Purna Irawan (24), warga Jalan Muara Teladan, Kecamatan Kayu Are, Kabupaten Muba berhasil menggagahi kekasihnya berinisial EF (24) sebanyak tiga kali.
Namun setelah kedoknya terbongkar, korban tak mau dinikahi dan hal itu tak membuat Purna putus asa, ia menyebarkan foto bugil EF ke media sosial Facebook dan Whats App. Akibatnya Purna digelandang keluarga korban ke Polresta Palembang, Senin (10/4/2017).
Di hadapan petugas, tersangka mengaku sengaja menyebarkan foto mesum korban bersama dirinya di sosial media agar pacarnya tersebut mau menikah dengannya.
“Emang sengaja menyebarkan foto-foto itu, agar keluarganya mengetahui apa yang sudah kami perbuatan dan kami dinikahkan,” ujarnya.
Menurut tersangka, ia sudah lima bulan menjalin tali asmara dengan EF dan telah tiga kali melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.
“Saya mengaku anggota BNN Batam, agar dia mau jadi pacar saya. Karena saya malu hanya tamatan SMP dan dia sarjana. Selama pacaran, kami sudah tiga kali melakukan hubungan badan,” tambah Purna.
Namun, tali asmaranya itu harus kandas setelah korban mengetahui dirinya bukan anggota BNN Batam. Setelah itulah, EF menolak untuk menikah dengan Purna.
“Sejak ketahuan itu, kami putus dan dia menolak menikah dengan saya. Makanya saya sebarkan foto dia,” imbuhnya.
Sedangkan kakak perempuan korban yang enggan menyebutkan namanya menambahkan, ia sempat terkejut melihat pelaku mengirim video porno dan foto bugil kepada dirinya melalui pesan singkat Whats App.
Dengan perasaan kesal, ia menanyakan hal tersebut kepada korban dan adiknya mengakui bahwa telah beberapa kali diajak berhubungan badan. “Saya terkejut sekali, dia kirim video dan foto bugil,” katanya.
Lantas mengajak pelaku agar bertemu di kawasan Masjid Agung, Kecamatan IT I Palembang. “Saya suruh adik untuk mengajaknya bertemu dan dia mau. Saya kesal karena sudah merusak masa depan adik saya,” tandasnya.
Ia menambahkan, adiknya pernah mengajak pelaku ke rumah dan memperkenalkan kepada dirinya. Ketika itu, ia percaya bahwa pelaku bekerja di BNN karena saat datang pelaku mengenakan tanda pengenal di baju yang dipakainya.
“Pernah ke rumah dan dia mengaku bekerja di BNN Batam dan memang kenal dengan adik saya sejak kecil. Saya tak menyangka dia membohongi kami dan sudah merusak adik saya,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya sudah menerima serahan terduga pelaku dan masih dalam pemeriksaan. (tra)











