Namanya Dicatut Seminar Dukun, Begini Reaksi Gus Miftah

Sabtu, 20 Februari 2021
Tangkapan layar klarifikasi Gus Miftah di laman Instagram pribadinya.

Jakarta, Sumselupdate.com – Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman menyampaikan kekecewaanya usai viral namanya dicatut dalam rencana seminar dukun di Banyuwangi.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta ini menganggap panitia seminar, belakangan diketahui diprakarsai PC GP Ansor Banyuwangi, tidak beretika.

Read More

Seperti diberitakan, heboh beredar poster di media sosial tentang Seminar Internasional bertemakan Dukun dan Perdamaian Dunia. Sebagai pembicara atau keynote speaker adalah Gus Miftah.

Sontak pencatutan namanya itu membuat Gus Miftah meradang dan melayangkan komplain melalui akun Instagram pribadinya.

“Wah jahat banget to, image nya ke saya jelek banget gitu lo. Sembrono itu menurut saya panitianya,” kata Gus Miftah seperti dikutip dari suara.com jaringan nasional sumselupdate.com, Jumat (19/2/2020).

Gus Miftah mengaku tidak akan ikut campur tentang rencana seminar dukun di Banyuwangi tersebut. Namun, Ia menyatakan kecewa kepada panitia seminar yang mencantumkan nama beserta fotonya sebagai narasumber. Pencatutan namanya tanpa ada konfirmasi, menurutnya, tak beretika.

“Saya nggak ada urusan dengan profesi mereka ya. Mau perdukunan kek mau persantetan kek saya nggak ada urusan. Tapi mbok ya kalau nyatut nama itu pakai etika dong,” sambung dia.

Ia melanjutkan, bahwa banyak ulama, kiai dan ustaz yang menghubunginya untuk konfirmasi kebenaran viral poster seminar dukun tersebut.

“Ustaz Yusuf Mansur, beberapa kiai beberapa ustaz mengklarifikasi pamflet tersebut. Daripada banyak pertanyaan saya klarifikasi di Instagram. Yang jelas itu tidak ada keterlibatan kita sama sekali. Tidak ada konfirmasi dari pihak panitia,” bebernya.

Gus Miftah menambahkan, memang pernah dihubungi oleh asistennya yang berada di Banyuwangi terkait rencana seminar GP Ansor tersebut. Namun Gus Miftah tidak mengetahui jika seminar tersebut berkaitan (tema) dengan dukun dan sejenisnya.

“Karena mengatasnamakan Ansor. Dan asisten saya belum ketemu dengan saya. Karena selama ini penjadwalan terutama di musim pandemi harus ngomong dulu ke saya. Belum ada keputusan dari kita, iya atau tidak. Eee Tahu -tahu kok sudah ada gambar itu,” ujarnya. (adm3/sur)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts