Musim Hujan, Petani PALI Mulai Tanam Padi dengan Sistem Nugal

Minggu, 23 Oktober 2016

PALI, Sumselupdate.com – Memasuki musim hujan, para petani di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB)
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai menanam padi dengan cara menugal, dengan harapan bisa langsung tumbuh ketika air hujan kembali turun membasahi Bumi Serepat Serasan ini.

Seperti yang diutarakan Hamsuri (54), salah satu petani asal Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI. Kegiatan nugal ini merupakan budaya turun menurun dari zaman dahulu, untuk menanam padi di ladang dengan cara menancapkan batang kayu yang ujungnya telah diruncingkan ke permukaan tanah sebagai tempat benih ditanam.

Read More

‎”Menanam padi dengan cara nugal memang merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dulu hingga sekarang. Jadi sekalian ini kita adakan, untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal kita hingga tidak akan punah di tengah kemajuan zaman yang semakin modern,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan, Abdul Haris, Kepala Desa Karang Agung mengatakan bahwa kegiatan menugal ini selain untuk bercocok tanam kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk sederhana untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama masyarakat di dalam desa untuk menciptakan budaya gotong royong.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini tingkat persaudaraan kita antar sesama masyarakat bisa lebih kuat lagi. Kita juga berharap kebersamaan seperti ini bisa terus berkelanjutan hingga nanti, karena masyarakat Kabupaten PALI ini
merupakan satu keluarga yang selalu menjunjung tinggi kebudayaan,” tambahnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts