Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah menyiapkan rencana pengadaan kapal pesiar baru yang lebih representatif dan aman guna mendukung pengembangan wisata Sungai Musi. Rencana tersebut menyusul kondisi kapal wisata Musi Cruise yang dinilai sudah tidak layak dioperasikan dan kerap mengalami kerusakan.
Kapal Putri Kembang Dadar yang sempat berganti nama menjadi Musi Cruise pada masa Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Cheka Virgowansyah, resmi beroperasi pada awal Januari 2025. Kapal tersebut sempat melayani rute wisata Sungai Musi dengan harga tiket promosi Rp5.000 per orang sebagai upaya memperkenalkan Palembang sebagai kota wisata sungai.
Namun, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan, hasil evaluasi langsung menunjukkan kondisi kapal tidak lagi memenuhi standar kelayakan dan keselamatan penumpang. Atas pertimbangan tersebut, operasional kapal wisata Sungai Musi itu diputuskan untuk dihentikan sementara.
“Kemarin kita punya kapal Putri Kembang Dadar, namun ketika saya cek kondisinya sudah tidak layak lagi, sehingga saya minta untuk diistirahatkan terlebih dahulu,” ujar Ratu Dewa.
Ia menambahkan, Pemkot Palembang saat ini tengah menjajaki sejumlah opsi, termasuk meminta dukungan dari pemerintah pusat, guna pengadaan kapal pesiar baru yang memenuhi standar keselamatan dan layak dioperasikan sebagai sarana wisata Sungai Musi.
“Sambil berjalan, kita akan mencoba mencari bantuan ke tingkat pusat agar ke depan bisa membeli kapal pesiar yang benar-benar representatif,” katanya.
Selain itu, Pemkot Palembang juga berencana menggandeng pihak swasta sebagai operator kapal wisata. Skema kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan sekaligus memberikan pelayanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Supriyanto, menjelaskan bahwa secara teknis kapal Musi Cruise masih memungkinkan untuk dioperasikan dengan pembatasan tertentu. Saat ini, kapal hanya diperbolehkan melayani sistem sewa borongan dan tidak untuk penumpang perorangan.
“Sebelumnya kapal beroperasi untuk umum tiga kali sehari dengan kapasitas hingga 100 penumpang dan harga tiket promosi Rp5.000 per orang,” jelas Agus.
Ke depan, Dishub Palembang juga akan menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), guna mengoptimalkan potensi wisata Sungai Musi serta mendukung pengembangan sektor pariwisata Kota Palembang secara berkelanjutan.
(**)











