Mulai Berkantor, Perintah Pertama Donald Trump Hapus Program Obamacare

Sabtu, 21 Januari 2017
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih (REUTERS/Jonathan Ernst/detikcom).

Washington DC, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berkantor di Ruang Oval Gedung Putih. Di ruang kerja resmi Presiden AS itu, Trump menandatangani perintah eksekutif pertamanya terkait Obamacare.

Seperti dilansir Kompas.com dari Reuters dan AFP, Sabtu (21/1/2017), perintah eksekutif pertama Trump itu mengurangi ‘beban’ dari undang-undang kesehatan atau Obamacare.

Read More

Sejak masa kampanye, Trump sudah menegaskan akan membatalkan semua kebijakan pemerintahan Obama, salah satunya adalah Obamacare.

Saat menandatangani perintah itu di Ruang Oval, Kepala Staf Gedung Putih Reince Pribus menggambarkan perintah itu adalah upaya untuk mengurangi beban ekonomi akibat Undang-Undang Affordable Care 2010.

Partai Republik, yang menguasai senat dan parlemen, menjadikan upaya untuk meninggalkan prestasi domestic Barack Obama sebagai prioritas utama.

Dalam pandangan Partai Republik, Obamacare, yang ingin memastikan jutaan warga AS yang tak memiliki asuransi atau tak mendapat tunjangan kesehatan dari tempat kerja mereka, mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang murah.

Kebijakan ini mewarnai perubahan kebijakan menjadi ke arah sosialisme yang banyak digunakan negara-negara Eropa dalam menanggung akses kesehatan warganya.

Namun, langkah pemerintahan Obama sukses memasukkan 20 juta orang ke dalam sistem asuransi, menurunkan angka warga AS yang tak memiliki asuransi dari 16 persen pada 2010 menjadi 8,9 persen tahun lalu.

Presiden Trump menyatakan, kebijakan Obama itu akan disingkirkan dan akan digantikan secara simultan. Sebuah tantangan besar karena sistem layanan kesehatan AS yang sangat rumit.

Sejauh ini hanya sepertiga warga AS yang terjamin asuransi publik. Sistem Medicare hanya melayani warga berusia di atas 65 tahun atau Medicaid untuk warga termiskin.

Separuh warga AS diasuransikan tempat mereka bekerja, sedangkan tujuh persen terlindungi dengan apa yang disebut “pasar individual”.

“Pasar individual” ini melayani separuh warga AS yang menjadi wiraswastawan atau karyawan yang tak diasuransikan tempat kerja mereka.

Solusi pemerintahan Obama didasarkan pada konsep bahwa semua orang harus mendapatkan layanan kesehatan dan memberikan subsidi pemerintah bagi mereka yang tak mampu memiliki asuransi.

Namun, sejak awal, para politisi Partai Republik menyebut kebijakan ini terlalu dipaksakan dan memakan biaya besar. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts