Muhaimin: Kuat Keinginan PKB Bubarkan DPD

Sabtu, 6 Februari 2016
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

Jakarta, sumselupdate.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, arus kuat pengurus daerah partainya menghendaki agar Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dibubarkan. Alasannya, lembaga ini dianggap tidak berfungsi sama sekali.

“Jadi, arus kuat teman-teman dari diskusi Forum Musyawarah Kerja Provinsi banyak yang menganggap DPD tidak berfungsi sama sekali, karena di satu provinsi hanya ada empat anggota DPD,” ujar Cak Imin dalam Musyawarah Kerja Nasional PKB di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Bacaan Lainnya

Cak Imin menambahkan, suara pengurus daerah terkait keberadaan DPD itu kemudian dibawa ke dalam forum lebih tinggi, yakni Mukernas PKB. Di forum ini akan dibahas secara mendalam di panitia pengarah (steering committee). “Pilihannya mau ditambah kewenangan atau dibubarkan. Kalau versi teman-teman steering committee Mukernas, masih menghendaki perubahan UUD tanpa keberadaan DPD,” katanya.

Mantan Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu mengungkapkan, kalau dirinya telah berbicara panjang lebar dengan Ketua DPD Irman Gusman mengenai hal ini. Menurutnya, Irman Gusman mengharapkan DPD diperkuat, bukan dibubarkan. “Versi Pak Irman tentu mau penguatan melalui amandemen UUD 1945 dan UU MD3,” ujarnya.

Sementara itu, Mukernas PKB akan berlangsung selama dua hari. Selain membahas program kerja, Mukernas PKB juga akan membahas sejumlah isu terkait keberadaan DPD, keberadaan kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), pemilihan kepala daerah oleh DPRD dan isu lainnya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.