Muddai: Persaingan Kualitas Atlet di ISG Baku Lebih Ketat

Jumat, 19 Mei 2017
Wakil Ketua CDM bersama sejumlah atlet Indonesia.

Baku, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga Wakil Ketua CDM Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) IV, H Muddai Madang mengakatan raihan medali tim Indonesia sudah sesuai yang ditargetkan.

Menurutnya, selain memang atlet Timnas sedang persiapan untuk ajang SEA Games di Malaysia, kualitas atlet peserta yang turun di ISG IV Baku, Azerbaijan ini juga sangat ketat dibanding ISG sebelumnya.

Read More

“ISG kali ini kualitas atletnya jauh lebih ketat dibanding sebelumnya, artinya atlet yang berlaga saat ini banyak yang sudah malang melintang di eropa. Karena memang sebagaian peserta berkompetisi di eropa,” kata Muddai disela acara jamuan makan malam bersama atlet Timnas Indonesia, Kamis (18/5).

Muddai menegaskan, hingga saat ini posisi sementara Indonesia berada di urutan keenam dengan raihan enam medali emas, 25 perak dan 20 perunggu. Dirinya berharap mudah-mudahan masih ada penambahan medali hingga posisi di lima besar bisa diraih dan tetap kuat.

“Kita masih ada pertandingan cabor loncat indah, wushu dan basket 3×3. Mudah-mudahan masih tetap bisa masuk lima besar,” harap Muddai sembari memotivasi seluruh atlet yang masih bertanding.

Sementara itu, pelatih Renang Indonesia Albert  C Sutanto menuturkan saat-saat proses perjuangan tim Indonesia mengumpulakan kepingan medali pada ISG IV. Dikatakannya, medali emas pertama tim Indonesia diraih Nathaniel Gagarin di nomor 200 meter gaya dada putra.

“Memang itu sebetulnya bukan suatu target kita, tapi secara mengejutkan Gagarin mampu bersaing dan menangnya pun sangat sedikit, hanya 10/100,” ucap Albert.

Dirinya menuturkan, untuk emas kedua diraih I Gede Siman Sudartawa, di nomor ini memang ditargetkan dan memang ada target lain yaitu rekor nasional, namun di 100 meter gaya bebas ini Siman hanya terpaut 13/100 detik dari rekor Nasional.

“Di sini sulit sekali, kita melawan perenang Turki, Syria dan tuan rumah Azerbaijan yang memang kuat-kuat semua, mereka tergolong kelas eropa. Jadi medali emas ini sangat berharga sekali buat kita,” katanya.

Ditambahkan Albert, timnya sebenarnya buta dengan peta kekuatan lawan, karena menurutnya ia sebagai pelatih di ISG ini baru dua kali mengikutinya, yang pertama di Palembang dan kedua kali ini di Azerbaijan.

Sedangkan di cabor angkat besi, tim Indonesia juga sukses meraih 3 emas dan 4 perak. Medali emas diraih Surahmat, Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan. Sementara medali perak dari M Purkon, Dewi Safitri, Accheddya dan Nurul Akmal.

“Event ini kita jadikan try out tim Pelatnas utuk SEA Games, jadi perkembangan mereka sesuai track yang kita harapkan. Selanjutnya kita akan fokus Pelatnas untuk SEA Games, karena target kedua tahun ini adalah SEA Games Malaysia. (rel/tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts