Muaraenim Komitmen Percepatan Penurunan Stunting, Targetkan 17,59% di 2024

Penulis: - Rabu, 29 November 2023
rapat koordinasi stunting dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Muaraenim, Rabu (29/11/2023) di Ballroom Hotel Grand Zuri Muaraenim.
rapat koordinasi stunting dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Muaraenim, Rabu (29/11/2023) di Ballroom Hotel Grand Zuri Muaraenim.

Muaraenim, Sumselupdate.com — Pemerintah Kabupaten Muaraenim terus berupaya untuk mempercepat penurunan stunting di daerahnya.

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, kelahiran prematur, atau berat badan lahir rendah. Stunting dapat berdampak buruk pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Muaraenim menggelar rapat koordinasi stunting dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Muaraenim, Rabu (29/11/2023) di Ballroom Hotel Grand Zuri Muaraenim. Rapat tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj) Muaraenim yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muaraenim Yulius.

Dalam sambutannya, Yulius mengatakan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang sudah ada sejak lama dan membutuhkan penanganan yang serius.

Advertisements

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang memberikan payung hukum bagi strategi nasional percepatan penurunan stunting.

“Salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan mempercepat penurunan stunting yaitu dengan menerbitkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Untuk mendukung komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Muaraenim telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati Muaraenim Nomor 140/KPTS/DPPKB/2022 tanggal 25 Februari 2022,” ungkapnya.

Yulius juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Muaraenim.

Ia menyebutkan bahwa angka stunting di Kabupaten Muaraenim telah menurun dari 29,7% pada tahun 2021 menjadi 22,8% pada tahun 2022 berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGl).

“Upaya percepatan penurunan stunting ini telah banyak dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten guna penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Muaraenim cukup signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) H Rinaldo dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi merupakan amanat dari Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Kepala BPKRI Nomor 12 Tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan konstansi Indonesia tahun 2021-2024.

Rinaldo juga menyampaikan target penurunan stunting yang ingin dicapai oleh Kabupaten Muaraenim, yaitu sebesar 17,59% pada tahun 2024.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Muaraenim telah membentuk tim pendamping keluarga sebanyak 467 tim yang berada di 256 desa dan kelurahan.

Tim pendamping keluarga terdiri dari bidan desa, kader PKK desa, dan kader KB yang bertugas sebanyak 1400 personil.

“Tim pendamping keluarga ini bertugas untuk memberikan bimbingan, pendampingan, dan pemantauan kepada keluarga yang memiliki anak usia 0-59 bulan yang berisiko stunting. Tim ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, stimulasi dini, sanitasi, dan kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, diberikan penghargaan kepada Kecamatan yang dinilai aktif dalam merealisasikan program pencegahan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Muaraenim.

Selain itu, juga diberikan hadiah kepada kader pembangunan usaha peningkatan pendapatan keluarga sebanyak 16 kelompok di Kecamatan Muaraenim, Lawang Kidul, dan Gunung Megang.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.