Motor Warga Tanjung Barangan Palembang Dibegal dengan Modus Hipnotis, Begini Kronologinya

Ilustrasi Hipnotis.

Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat khususnya yang tinggal di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan harus terus meningkatkan kewaspadaan. Berbagai modus kejahatan dilancarkan pelaku untuk mendapatkan targetnya.

Seperti yang dialami Naufal Rizky Pratama (15), warga Perum Tanjung Barangan Asri, RT 04, RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Bacaan Lainnya

Siswa SMA ini menjadi korban begal dengan modus hipnotis saat hendak menjemput adik perempuannya yang mengikuti olahraga taekwondo di SMP Negeri 17 Jalan Padang Selasa Palembang.

Akibat kejadian ini, korban kehilangan sepeda motor merk Honda Beat warna merah putih nopol BG 4822 ACE.

Potongan gambar cctv

 

Kasus begal dengan modus hipnotis ini sudah dilaporkan orangtua korban ke petugas Polsek IB I Palembang.

Novi Sudiro, orangtua korban kepada Sumselupdate.com, siang ini mengatakan, peristiwa yang dialami anaknya terjadi pada Minggu (2/2/2020), sekitar pukul 10.30.

Menurut Novi, anak keduanya ikut kegiatan ekstra kurikuler dari sekolah untuk acara pertandingan taekwondo di bulan Februari ini.

Nah, pada saat kejadian, anak sulungnya bernama Naufal Rizky Pratama seperti biasa menjemput adiknya dari latihan tekwondo di sekolah tersebut.

Tak berselang lama, tiba-tiba datang seorang lelaki yang tidak dikenalnya mengaku sebagai satpam di sekolah tersebut minta diantarkan ke Pasar Padang Selasa untuk membeli keperluan kebersihan sekolah.

Potongan gambar cctv

 

“Pada saat itu anak saya menolak dengan alasan adeknya sebentar lagi keluar atau selesai dari latihan taekwondo,” ujar Novi menirukan ucapan korban.

Namun pelaku yang memiliki postur tubuh hitam kurus, rambut lurus, dan wajah bekas jerawat tetap memaksa korban untuk diantarkan ke Pasar Padang Selasa yang jaraknya tak jauh dari sekolah.

Karena dipaksa, akhirnya korban menuruti permintaan pelaku. Setiba di Pasar Padang Selasa, pelaku turun dari sepeda motor.

Kemudian, pelaku berpura-pura menyuruh korban untuk menjemput kepala sekolah SMPN 17 yang berada di SMAN 2  Puncak Sekuning.

Sedangkan pelaku menunggu di pakiran Pasar Padang Selasa. Diduga pengaruh ilmu hipnotis, korban menuruti perintah pelaku.

Setibanya di SMAN 2 Puncak Sekuning, korban melihat sekolah tersebut sepi karena memang hari itu libur.

Selanjutnya, korban kembali ke tempat pelaku. Mendapati korban kembali, pelaku kemudian menepuk pundak dan menarik tangan korban dengan keras.

Pelaku kemudian memberikan beberapa lembar tagihan kartu kredit Bank Permata kepada korban. Kemudian, pelaku dengan cekatan menaiki sepeda motor korban dan tancap gas.

Potongan gambar cctv

 

Korban yang ditinggal sendiri dan tengah kebingungan akhirnya ditolong oleh tukang ojek online dan menelpon orangtuanya.

“Kasus ini sudah kami laporkan petugas Polsek Ilir Barat I sambil menyerahkan bukti potongan gambar CCTV pelaku yang duduk di belakang anak saya. Potongan gambar CCTV itu kami dapat dari warga di RT 25 Padang Selasa,” kata Novi.

Sementara itu, Yoga, Satpam SMP Negeri 17 Palembang saat ditemui Sumselupdate.com mengatakan, peristiwa yang dialami korban terjadi pada hari Minggu.

Sedangkan menurut Yoga, mereka hanya bertugas pada saat full day school dari hari Senin sampai Jumat. (edo)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.