Tanjung Enim, Sumselupdate.com — Di tengah suasana penuh kehangatan perayaan Natal yang diselenggarakan Paguyuban Pemuda Batak Bersatu (PBB), Bupati Muaraenim, H. Edison, S.H., M.Hum., menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam. Ia mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk menundukkan kepala sejenak, mendoakan para korban musibah banjir hebat yang tengah melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Seruan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Natal di Gereja Protestan Injili Nusantara (GPIN), Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Jumat (12/12). Hadir mendampingi Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Muaraenim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd.
Bupati secara khusus menyoroti penderitaan warga yang terdampak bencana alam di provinsi tetangga. Ia berharap momentum Natal tahun ini menjadi penggerak semangat kepedulian antar sesama.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah banjir hebat di sejumlah wilayah Sumatera, seperti di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Padang, agar mereka diberi kekuatan, keselamatan, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut,” ujar Bupati Edison dengan penuh empati.
Ia juga menekankan bahwa Natal bukan sekadar perayaan rutin, melainkan sarana untuk bertindak nyata dalam berbagi kasih kepada sesama yang sedang kesulitan.
Selain pesan kemanusiaan, Bupati menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Muaraenim dalam menjaga kebebasan beragama dan kebersamaan lintas etnis. Baginya, kerukunan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang damai.
Ketua PBB Cabang Muaraenim, Amang Dedy Marulitua Marbun, menyambut antusias kehadiran orang nomor satu di Muaraenim tersebut. Menurutnya, kehadiran Bupati memberikan dukungan moral yang besar bagi masyarakat Batak di Muaraenim.
“Kehadiran Bupati tidak hanya memberikan dukungan moral tetapi juga meneguhkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan,” ungkap Dedy Marbun. Ia pun mengapresiasi inisiatif Bupati yang mengajak jemaat mendoakan korban banjir di Sumatera.
Suasana kebersamaan semakin kental saat acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Tor-Tor, tarian khas suku Batak. Penampilan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus bukti nyata bahwa keberagaman budaya di Kabupaten Muaraenim dapat dirajut dalam harmoni sosial yang indah.
Dengan kegiatan ini, Pemkab Muaraenim kembali membuktikan bahwa Bumi Serasan Sekundang adalah rumah yang nyaman bagi seluruh golongan, di mana rasa empati melampaui sekat perbedaan keyakinan dan suku bangsa.(**)











