Terapi Autoimun Berbasis Plasma Hadir di Indonesia, SKCI Perkenalkan SK GammaBio

Writer: - Sabtu, 13 Desember 2025
SK GAMMABIO dan SK Albumin [Suara.com/INA]

Jakarta, Sumselupdate.com – SKPlasma Core Indonesia (SKCI), perusahaan patungan antara SK Plasma dari Korea Selatan dan Indonesia Investment Authority (INA), resmi meluncurkan dua produk obat berbasis plasma, yaitu SK GammaBio dan SK Albumin, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional.

Peluncuran dua produk ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mewujudkan kemandirian produksi obat berbasis plasma serta memperkuat ketahanan nasional terhadap pasokan obat esensial.

Read More

SK GammaBio merupakan intravena Immunoglobulin G (IVIG) berbasis plasma manusia yang digunakan untuk terapi penyakit imunodefisiensi, penyakit autoimun, dan penanganan infeksi.

Sementara itu, SK Albumin adalah protein plasma penting untuk mengatasi kekurangan albumin, penurunan sintesis albumin seperti pada sirosis hati, serta penanganan syok hemoragik.

INA, sebagai Lembaga Pengelola Investasi Indonesia, memiliki mandat untuk meningkatkan investasi dalam pembangunan berkelanjutan dan memperkuat kekayaan negara.

Keterlibatan INA dalam SKCI mencerminkan komitmennya untuk menggandeng mitra investasi global dalam sektor-sektor strategis yang memperkuat daya saing nasional.

Kolaborasi SKCI mulai berjalan secara konkret pada 21 Maret 2025 ketika plasma yang dikumpulkan dari pendonor Indonesia oleh Unit Donor Darah PMI dan RSUP Dr Sardjito dikirim ke fasilitas SK Plasma di Korea untuk diproses menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP).

Pengiriman tersebut menjadi yang pertama kalinya terapi berbasis plasma Indonesia diproduksi sepenuhnya dari plasma donor lokal.

Setelah melalui proses fraksionasi dan penjaminan mutu berstandar internasional di Korea, produk SK Albumin dan SK GammaBio dijadwalkan tiba kembali dan mulai dipasarkan di Indonesia pada akhir Desember 2025.

Kebutuhan terapi berbasis plasma di Indonesia terus meningkat, khususnya untuk penanganan imunodefisiensi, penyakit hati, luka bakar berat, dan perawatan intensif.

Kehadiran produk yang bersumber dari plasma lokal ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas, harga lebih terjangkau, serta ketersediaan terapi yang lebih terjamin dibandingkan produk impor.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, SKCI tengah membangun fasilitas fraksionasi plasma berteknologi tinggi di Karawang, Jawa Barat.

Progres konstruksi dilaporkan telah mencapai lebih dari 98 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2025, dengan rencana mulai beroperasi pada akhir 2026.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi lompatan besar bagi Indonesia yang selama ini sepenuhnya bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan terapi berbasis plasma.

Jika telah beroperasi, fasilitas ini akan memproduksi PODP dari plasma donor Indonesia dan membuka peluang ekspor ke negara lain.

Selain memperkuat ketahanan kesehatan nasional, pembangunan fasilitas ini turut memberikan manfaat ekonomi berupa transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia melalui pelatihan di Korea.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts