Baturaja, Sumselupdate.com – Hari Jadi Kabupaten OKU ke-107 tak dihadiri Gubernur dan wakil gubernur Sumsel, melainkan diwakilkan kepada Kepala Dinas Perpustakaan, Maulan Aklil.
Ya, nampaknya ini jadi hari membanggakan bagi Maulan Aklil akrab disapa Molen. Pasalnya, Molen pernah jadi bagian OKU sebelum terpilihnya Kuryana dan Johan beberapa waktu lalu.
“Saya tidak menyangka bisa hadir di OKU lagi. Baturaja OKU ini bagaikan rumah saya sendiri. Karena rasa cinta saya dengan OKU ini putri sayapun saya beri nama OKU Maulidina Maulana,” cerita Molen pada Paripurna Peringatan HUT OKU ke 107, Kamis (10/8/2017).
Dalam sambutanya mantan Pj Bupati OKU ini, memuji keberhasilan dan kemajuan OKU yang sekarang ini dipimpin Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dan Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar, SH, MM.
Lebih kurang satu tahun setengah ia meninggalkan OKU. Namun prestasi yang ditorehkan sangat baik.
Kabupaten ini sudah mengalami kemajuan. Apalagi, kata dia, baru di tangan Kuryana Azis inilah, Kabupaten OKU berhasil menorehkan prestasi prestisius. Dengan dianugerahkannya Piala Adipura, sebagai supremasi simbol kota kecil terbersih 2017. Selain itu juga sebagai mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Untuk mencapai prestasi ini bukan hal muda. Perlu kerja keras dan perjuangan bersama. Penghargaan tersebut menunjukkan kepada masyarakat, kesempatan atau amanah yang diberikan kepada Kuryana – Johan untuk memimpin OKU 2016 – 2021 tidaklah salah.
“Mudah-mudahan prestasi-prestasi lainnya baik tingkat nasional bahkan internasional bisa dipersembahkan Ayah (Sapaan Molen kepada Kuryana Azis-red),” imbuhnya.
Ia mengaku punya cerita yang indah di Kabupaten OKU. Meski hanya setengah tahun bertugas di Bumi Sebimbing Sekundang ia mendapat banyak kenangan, teman dan ilmu yang tidak ternilai. “Sekali lagi, OKU ini bagaikan rumah saya sendiri,” katanya.
Pantauan di lapangan, selesai acara, Molen sempat menyanyikan dua buah lagu bersama Kuryana dan Johan, sontak ini jadi perhatian. Nampaknya Molen ingin kembali menunjukan gaya dia memimpin OKU dahulu. (Wid)











