Minim Pendonor Plasma Konvalesen, Golongan Darah O Banyak Dicari

Plasma Konvalesen menjadi salah satu alternatif mengobati Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Palembang, Sumselupdate.com – Plasma Konvalesen menjadi salah satu alternatif mengobati Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hanya saja sejak awal motode penyembuhan ini ada di Kota Palembang, langkanya pendonor pun menjadi kendala.

Bahkan di Palembang stok Plasma Konvalesen, seperti untuk golongan darah O Rhesus positif stoknya kosong. Masyarakat pun kini putar otak mencari pendonor bahkan melalui media sosial.

Read More

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Palembang, dr Silvi Dwi Putri mengatakan, Plasma Konvalesen didapatkan dari seseorang yang telah tiga bulan sembuh dari Covid-19. Hanya saja sejauh ini pendonornya masih terbilang minim.

“Permintaan memang terbilang banyak, ini pun sesuai dengan rekomendasi dokter, tetapi yang donor tidak banyak,” katanya.

UTD menerima cukup banyak permintaan donor plasma Konvalesen golongan O, sehingga stok lebih cepat habis. “Banyak permintaan plasma O jadi stok kami cepat habis,” katanya.

Silvi mengatakan, hasil donor plasma akan perlu dilakukan pemeriksaan IMLTD lanjutan dengan metode NAT di Pusat.

“Ini dilakukan oleh pusat bukan di daerah. Paling lama tiga hari kerja sudah keluar hasil,” katanya.

Seperti yang dialami Fitri, salah seorang warga Palembang yang orangtuanya dirawat di RS Hermina Palembang. Ia menceritakan, sejak beberapa hari ini mencari pendonor plasma Konvalesen. Sebab, stok di PMI ternyata kosong.

“Sudah tanya ke PMI tapi kosong, ini saya cari lewat medsos. Posting info butuh pendonor Plasma Konvalesen golongan O. Orang di sekitar kami hanya ada satu yang golongan O rhesus positif yang bisa donor. Lewat medsos Alhamdulillah, ada satu orang yang bisa donor,” katanya.

Namun saat ini dirinya masih harus menunggu hasil pengecekan plasma yang dikirim ke PMI pusat. Karena hanya plasma Konvalesen yang cocok yang bisa didonorkan ke penderita Covid-19.

“Iya harus nunggu diinformasikan katanya sekitar satu mingguan. Padahal kami butuh cepat untuk mama yang dirawat,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.