Lempuing, Sumselupdate.com – Desa Persiapan Simpang Dabuk yang terletak di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat ini tengah melakukan pemberkasan untuk evaluasi dari desa persiapan menuju desa definitif.
Sekretaris Desa Persiapan Simpang Dabuk, Ahmad Efendi, SPd kepada Sumselupdate.com menjelaskan, Desa Simpang Dabuk merupakan hasil pemekaran dari Desa Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing dengan luas wilayah 14,2 kilometer dan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 819 kepala keluarga.
Dikatakannya, ada begitu banyak potensi lain yang dimiliki Desa Persiapan Simpang Dabuk ini. Dan dari kondisi geografis memang desa ini layak untuk dimekarkan.
“Di desa persiapan ini juga kita telah memiliki lokasi untuk membangun kantor desa seluas 7.500 meter. Dan lokasi tanah balai desa seluas 3.100 meter. Begitu pun dengan bangunan lainnya seperti sekolah dasar sebanyak satu sekolah, PAUD satu unit, TPA sebanyak tiga unit, pusat kesehatan, dan posyandu satu unit,” katanya.
Kemudian, menurut dia, Simpang Dabuk memiliki sarana dan prasarana lainnya, seperti lapangan voli dan sepakbola, dan tanah pemakaman umum.
Pria yang akrab disapa Fendi ini mengatakan, sebagai seorang Sekdes Desa Persiapan Simpang Dabuk, desa ini memiliki visi yaitu mewujudkan desa yang potensial, aman, harmonis, agamis, dan mandiri atau disingkat PAHAM.
Sedangkan misi desa ini, yakni meningkatkan UMKM dan kelompok tani dalam mutu produksi dan pemasaran. Juga melaksanakan jaga malam dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Selanjutnya, melakukan kegiatan gotong royong dalam pembangunan dan kegitan yang bersifat sosial. Kemudian, meningkatkan mutu dalam bidang pengembangan SDM yang dimulai dari pendidikan TPA.
“Kami juga akan melaksanakan kegiatan yang terprogram dari desa persiapan dengan mengandalkan potensi desa dan SMD yang mendukung,” urainya.
Ahmad Efendi mengungkapkan, dengan SDM yang ‘PAHAM’ dengan kemajuan teknologi, dia meyakini potensi desa persiapan akan maju dengan sangat pesat, terutama dalam bidang UMKM dan pelestarian budaya seperti kuda lumping, wayang kulit, dan karawitan.
“Masyarakat desa ini juga memiliki beraneka ragam kegiatan rumah tangga seperti pembuatan tahu tempe, pembuatan roti, kue kering dan kue basah, peternakan kambiang, sapi, ayam, kumbung jamur merang, dan lain-lain,” tuturnya.
Berangkat dengan potensi tersebut, dia mengaku optimis setelah diresmikan menjadi desa difinitif BPD, pjs kades, sekdes, perangkat desa dan seluruh masyarakat akan menjalankan pemerintahan yang harmonis, pembangunan yang merata dan pendidikan dalam meningkatkan mutu SDM yang siap berjuang untuk kepentingan masyarakat. (ban)











