Miliki 2 Senpi dan Menjadi Bandar Shabu, Dua Pria Asal Muaraenim Ini Digelandang Polda Sumsel

Polda Sumsel mengamankan senpi dan shabu.

Palembang, Sumselupdate.com – Jhonny (43) dan Santos (31) warga di Jl Harapan Sukarami, Desa Sukarami, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim ditangkap, setelah menyimpan dua pucuk senpi sekaligus, yakni satu senpi Laras pendek jenis Revolver (Kecepek), dan Laras Panjang Rakitan.

Senjata ini, didapat oleh Bandar shabu asal Muaraenim ini, yakni barter dengan barang haram yang ia miliki. Selain mengamankan dua pucuk senpi rakitan, Tim Opsnal Unit II Subdit III yang  juga mengamankan barang bukti Narkoba jenis shabu-shabu dari tersangka Jhony Indra alias Jhony (43).

Read More

Berawal dari kegiatan operasi cipta kondisi 2021 dengan sasaran senjata api rakitan Polda Sumsel, anggota Opsnal Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel yang dipimpin Iptu Teddi Bharata, mendapatkan informasi kedua tersangka Jhony (43) dan Santos (31) memiliki senjata api rakitan atau Modifikasi.

“Kita mengamankan tersangka menyimpan, menguasai memiliki senjata api di bawah pengawasannya, bahwa ada dua pucuk senjata jenis Laras panjang rakitan, dan jenis revolver,” ungkap Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan, saat jumpa pers, rabu sore (17/11/2021).

Diterangkan Kompol Christoper Panjaitan, senpi itu digunakan pelaku untuk mengancam dan menagih hutang para pelanggan barang haramnya.

Menurut Kompol Christoper Panjaitan senpira Laras pendek jenis revolver yang Jhonny (43) beli sendiri sejumlah Rp2,5 juta, digunakannya untuk menagih hutang pelanggan barang haramnya.

Sedangkan Senpira Laras panjang didapati Jhonny dengan barter shabu shabu, yang bila dirupiahkan senilai Rp1,8 juta h kepada pemilik awal senpira tersebut. Yang diketahui baru ia memiliki satu bulan terakhir. Ia pun mempercayai Santos (31) untuk menyimpan Laras Panjang tersebut di rumahnya.

“Tersangka Santos ini diupah dengan shabu untuk menyimpan Laras panjang, Sempat juga digunakan Jhonny saat pertama kali didapat, mencoba apakah meledak atau tidak,” ungkapnya.

Kompol Panjaitan menyebut, tersangka Jhoni  merupakan bandar shabu di kawasan Sungai Rotan. Hal ini dibuktikan dengan barang bukti Narkoba dan peralatan yang ditemukan.

Juga ditemukan, satu buah magazine, 22 amunisi kaliber 5,56 mm, empat butir amunisi kaliber 9 mm, tiga butir amunisi kaliber 7,62 mm, dua butir amunisi kaliber 7,42 mm dan satu buah tas selempang.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat, Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 12 tahun,” tambah Panjaitan.

Untuk barang bukti 5 bungkus shabu-shabu seberat 3,85 gram, dua alat hisap jenis bong sudah dirakit, delapan pcs kantong klip bening plastik dan satu timbangan digital, Jatanras akan berkoordinasi dengan Ditres Narkoba Polda Sumsel. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.