Palembang, Sumselupdate.com – Pandemi Covid-19 yang berlanjut memasuki tahun ketiga, ternyata tak menyurutkan langkah BMT Insan Mulia untuk berkarya penuh di bidang ekonomi mikro syariah. Bahkan tutup buku tahun 2021 ini, kinerja BMT Insan Mulia justru meningkat. Hal ini ditandai dengan peningkatan omset lembaga yang menyentuh angka Rp5,4 miliar dengan nominal pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) hingga dua kali lipat kepada para anggotanya.
Demikian disampaikan oleh Muhammad Wahyudi selaku Manajer BMT Insan Mulia dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) BMT Insan Mulia, di Hotel Grand Malaka Ethical, Palembang Minggu (13/3/2022).
RAT BMT Insan Mulia ke-11 tersebut langsung dibuka oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang, Altur Febriansyah dan dihadiri oleh para pendiri, pengelola, pengawas hingga anggota dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Saya berikan applaus kepada BMT Insan Mulia sebagai BMT dengan kriteria sehat. Menginjak usia 11 tahun, diharapkan terus berkembang. Sekarang sudah zamannya online, jadi diharapkan BMT Insan Mulia bisa mengembangkan anggota secara online, tidak harus tatap muka. Pinjaman juga bisa dilakukan secara online ke depannya,” sebut Altur Febriansyah dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan, seperti yang sudah sering dilihat di televisi dan berita online, betapa banyaknya investasi-investasi bodong yang menawarkan imbal balik super luar biasa, namun ujungnya penipuan.
“Banyak kerjasama/investasi yang bagi hasilnya di luar akal sehat, masyarakat mestinya waspada,” imbuhnya lagi, sembari meminta BMT Insan Mulia untuk mengembangkan wilayah agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.
Sementara itu, salah seorang dewan pengawas yang turut hadir, Adi Apriliansyah mengucapkan selamat kepada BMT Insan Mulia yang telah menunjukkan pencapaian-pencapaian positif.
“BMT Insan Mulia merupakan salah satu Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang masih eksis di kota Palembang. Dalam perjalanan sekarang, tak sedikit yang mengajukan pinjaman dari luar Sumsel, padahal jangkauan BMT Insan Mulia ini masih di Palembang,” ujar pria yang duduk sebagai ketua dewan pengawas ini.
Ia juga mengungkapkan, BMT Insan Mulia juga telah selesai diaudit oleh auditor independen dengan kesimpulan wajar dan masuk dalam kategori sehat, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Lanjutnya, “Dari segi finansial pun, kami menerima laporan ada kenaikan pendapatan sebesar 80-100%, ini sungguh menggembirakan. Harapan kami sebagai dewan pengawas, pengelola dan pengurus BMT Insan Mulia bisa mempertahankan semangat dan kinerja positif dan mengembangkannya untuk tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Dalam RAT yang digelar secara hybrid itu, dipaparkan pula rencana kerja setahun ke depan. “Ada beberapa hal yang akan kita kerjakan di tahun mendatang. Seperti pesan dari Kadis Koperasi Pak Altur, kita akan melakukan perluasan usaha, ekspansi ke bidang-bidang baru,” ungkap Sugeng Wardianto, Ketua Pengurus BMT Insan Mulia.
Termasuk, dimulainya pemberlakuan sanksi secara selektif untuk tunggakan yang dinilai tak kooperatif sesuai kriteria fatwa MUI. “Ini untuk mengurangi angka non performing loan kita. Agar tidak mengganggu kelancaran anggota lain yang juga ingin mengajukan pembiayaan,” jelas Sugeng. (rel)











