Merasa Dicurangi, KONI PALI Nilai Panitia Cabor Voli Porprov Tak Profesional

Minggu, 17 November 2019
Mediasi antara KONI PALI dan panitia pertandingan.

PALI, Sumselupdate.com – Merasa dicurangi panitia cabor voli pada laga perdana voli putra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII, Komite Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan melapor ke Dewan Hakim.

Pasalnya, empat pemain tim voli putra Kabupaten PALI tidak boleh bertanding lantaran belum terdaftar di registrasi panitia.

Read More

Hal itu sontak membuat Ketua harian KONI  PALI Hendrik A Halim geram. Ia menilai, panitia cabor voli tidak bekerja profesional dan seolah hendak menjegal tim voli Kabupaten PALI.

“Tentu kami sangat marah, karena sebelum pertandingan, baik saat technical meeting dan screening, tidak ada permasalahan registrasi pemain, namun saat hendak bertanding, empat pemain voli putra dinyatakan tidak terdaftar,” kata Hendrik.

“Kami akan laporkan masalah ini ke dewan hakim, dan meminta agar pertandingan antara tim voli putra PALI melawan tim voli putra Muba diulang,” tegas Hendrik saat ditemui di venue cabor voli di kawasan olahraga Prabujaya, Kota Prabumulih, Minggu (17/11/2019).

Di tempat yang sama, Rusnah, Ketua PBVSI  PALI mengaku, kecewa dan merasa dirugikan atas keputusan tidak terdaftarnya empat pemain PALI. Ia menduga, ada oknum yang hendak menjegal PALI pada cabor bola voli.

“Jauh sebelum pertandingan, kami sudah melakukan verifikasi para pemain dan mendaftarkannya ke PBVSI provinsi. Tidak ada permasalahan, semua lancar saja. Tapi, detik-detik menjelang pertandingan tiba-tiba panitia menyatakan empat pemain PALI tidak terdaftar,” ucapnya.

“Kami sempat meminta untuk ditunda terlebih dahulu pertandingannya sembari  menyelesaikan masalah registrasi pemain, tetapi panitia tetap melanjutkan. Dan kami tidak bisa bermain maksimal, karena empat pemain yang dilarang main, merupakan pemain inti,” tambahnya.

Sementara itu, dari data yang dihimpun empat pemain yang dilarang bertanding oleh panitia yaitu M Indra Lesmana, M Rio, Agung Wijaya, dan Bram.

Pada set ketiga pertandingan, tim voli putra PALI terpaksa melakukan walk out dan tidak melanjutkan pertandingan.

Permasalahan registrasi pemain juga hampir terjadi untuk tim voli putri PALI. Lima pemain dinyatakan tidak terdaftar di register panitia.

Namun, KONI PALI dan PBVSI PALI langsung turun tangan dan memberikan bukti bahwa kelima pemain putri yang dilarang main tersebut sudah teregister sebelum pertandingan.

Pelatih tim voli putra, Bob Alpian menerangkan bahwa keempat pemain yang dilarang main merupakan pemain inti dan menjadi andalan tim voli PALI.

“Terpaksa kami walk out saat set ketiga dan masalah ini sudah kami laporkan ke kontingen PALI,” terangnya.

Sementara itu, salah satu panitia yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bisa melaporkan permasalahan tersebut ke dewan hakim jika memang hendak mengulang pertandingan antara PALI vs Muba.

“Apapun keputusan dewan hakim, kami akan laksanakan. Minimal ada bukti tertulis dari dewan hakim. Sehingga kami juga bisa memanggil pihak lawan untuk mengulang pertandingan,” ucapnya saat melakukan mediasi. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts