Menko Polhukam Pimpin Rakor Penyelesaian Permasalahan Papua

Halaman Kantor Kementerian Polhukam

Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) terkait perkembangan penyelesaian permasalahan di Papua. Beberapa perwakilan lembaga terkait hadir dalam rakortas.

Pantauan detikcom di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Wiranto tiba pukul 09.15 WIB, Selasa (11/12/2018). Wiranto tiba menumpangi mobil dinas RI 16 dan langsung masuk ke kantornya.

Bacaan Lainnya

Diketahui, beberapa perwakilan lembaga terkait telah tiba sebelumnya. Berdasarkan informasi yang diterima, Wiranto akan memimpin rapat bersama perwakilan dari TNI, Polri, BIN, serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Mobil dari perwakilan terkait tampak terparkir di halaman Kemenko PolhukamMobil dari perwakilan terkait tampak terparkir di halaman Kemenko Polhukam (Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom)

Belum diketahui hasil dari rakortas tersebut. Saat ini, rakortas masih berlangsung tertutup.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi penembakan terhadap pekerja jalan Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya di Nduga, Papua. Egianus mengakui serangan tersebut dilakukan karena ingin Papua memisahkan diri dari Indonesia.

Tim gabungan TNI-Polri telah berupaya melakukan evakuasi korban. Hingga saat ini, telah ditemukan 17 jenazah. Nama-nama 16 jenazah korban KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang sudah ditemukan adalah Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus M, Muh Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas, dan Daniel Karre. Sementara identitas jenazah yang ke-17 belum diketahui.

Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua telah berhasil dikuasai oleh aparat gabungan TNI-Polri. Dua distrik tersebut sebelumnya sempat dikuasai KKSB.

“Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki distrik Yigi dan Mbua,” ujar Kapendam XVII/Cend, Kolonel Inf Muhammad Aidi, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/12).

Aidi mengatakan, pasca dikuasai oleh TNI-Polri, warga di Mbua yang sebelumnya mengungsi di hutan sudah berangsur kembali ke wilayah tersebut. Roda ekonomi juga sudah tampak berjalan kembali. Sementara di Yigi, situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan. (adm3/dtk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.