Lubuklinggau, Sumselupdate.com –Usaha dan kerja keras Heri (35), warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menuai hasil memuaskan. Di kala harga karet dan sawit turun drastis, usaha batu akik teratai tetap berkibar.
“Saya mulai usaha batu sejak tahun 2014, dan Alhamdulillah sampai sekarang tetap berjalan meski mengalami penurunan,” ujarnya.
Pria akrab disapa Hairi ini mengungkapkan, biasanya per minggu mengirim batu akik teratai sekitar 20-40 ton ke daerah Sukabumi. “Peminat terbesar batu akik dari Taiwan dan Cina. Mereka beli dengan harga sekitar Rp 60 sampai Rp 80 ribu perkilogram,” ungkapnya.
Dia menyakini, harga teratai batu teratai bakal terus meningkat seiring mekarnya Kabupaten Musi Rawas Utara. “Semoga usaha ini dapat menopang perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (and)











