Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mmendikbud) Muhadjir Effendy berharap lembaga pendidikan rutin menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, saat mengawali dan mengakhiri kegiatan belajar mengajarnya.
“Mudah-mudahan bisa menjadi pedoman pendidikan karakter untuk generasi bangsa Indonesia 2045 yang lebih berbudaya,” kata Muhadjir di peringatan Hari Sumpah Pemuda di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (30/10) malam.
Muhadjir menghimbau guru, pengurus sekolah dan universitas, serta pegiat pendidikan untuk membuka dan menutup kegiatan belajar mengajar dengan menyanyikan lagu nasional, seperti “Bangun Pemuda-Pemudi” dan “Indonesia Pusaka”, untuk menyentuh kesadaran bangsa para peserta didik.
Menurutnya, kewajiban menyanyikan lagu kebangsaan seperti “Indonesia Raya” di sekolah-sekolah yang sudah mentradisi merupakan cerminan merawat ingatan sejarah kebangsaan melalui music.
“Kebesaran bangsa diukur dari kesadaran sejarahnya yang tercermin pada penghargaan simbol negara. Bendera Negara, Lambang Negara dan Lagu Negara dimaknai sebagai batu pondasi kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menjelaskan, anjuran untuk rutin menyanyikan lagu kebangsaan tersebut sudah ada, namun masih terkendala dalam penerapannya.
“Peraturannya sudah ada. Masalahnya ada dipelaksanaan dan sosialisasi, tidak semua sekolah mengetahui peraturan tersebut ada,” kata dia.
Untuk itu, Kemendikbud akan menindaklanjutinya dengan memberikan edaran dan tutorial cara menyanyikan “Indonesia Raya” yang dapat diakses melalui internet.
“Ini sebenarnya mudah dilaksanakan dan efeknya terhadap pendidikan karakter sangat besar,” terangnya. (shn)











