Menderita Bibir Sumbing, Penderita Gizi Buruk di Mura Dirujuk ke RS Palembang

Kondisi Sinta yang merupakan pasien gizi buruk mendapatkan perawatan khususu di RSUD dr Sobirin, Mura.

Muarabeliti, Sumselupdate.com  –Direktur RSUD dr Sobirin, dr Harun menjelaskan dua balita penderita gizi buruk masing-masing, Sinta (7), warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang menderita gizi buruk dan bibir sumbing dan Badriyah (45 hari), warga Ka‎bupaten Muratara akan dirujuk ke rumah sakit yang ada di Palembang.

Kedua balita yang kekurangan asupan gizi ini saat ini masih mendapatkan perawatan khusus di RSUD dr Sobirin.

Bacaan Lainnya

Menurut dr Harun, ketika dibawa di RS Sobirin dua hari lalu atau tepatnya pada Kamis (14/7), kondisi kedua balita sangat memprihatinkan.

Bahkan, kondisi berat badan Sinta hanya 2,3 kilogram dengan panjang 49 sentimeter dan itu jauh dari ideal untuk pertumbuhan seorang bayi sehat.

“Penyebabnya tak lain karena keadaan kondisi bibirnya yang sumbing sehingga untuk mengonsumsi makan sangat susah, banyaklah yang terbuang ketimbang yang masuk, akhirnya jadi kurang gizi,” jelasnya,

Rencana ke depan kata dia, Sinta akan dirujuk ke Palembang untuk dioperasi bibirnya sumbing, hanya saja untuk saat ini Sinta akan menjalani perawatan sekaligus perbaikan gizi.

“Jalan satu-satunya dioperasi, tapi sebelum dikirim ke Palembang ya kita perbaiki dulu gizinya, karena percuma saja bila tak dioperasi, keadaannya bisa sama saja,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kalau pasien gizi buruk di RS Sobirin saat ini bertambah lagi satu orang dari Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), di mana kondisinya hampir sama dengan Sinta umurnya baru 45 hari namun berat badannya terus menyusut.

“Namanya Badriyah, balita asal Kabuapten Muratara mulai dirawat Kamis (14/7). Meski begitu, pihak rumah sakit menyebut Badriyah sebenarnya bukan alami gizi buruk murni tapi lantaran bibirnya juga sumbing jadi susah makan,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Bina Gizi, Dinkes Kabupaten Mura, Mak Rifat menjelaskan kasus gizi buruk yang dialami Sinta, sebelum masuk ke RSUD Dr Sobirin pada 14 Juli lalu, sempat diperiksa oleh dr Coy.

Ia menjelaskan tadinya tim kecamatan dan PKK sudah mengetahui adanya kasus gizi buruk di desa tersebut.

Menurutnya, tim pada Mei lalu sudah berencana ke kediaman orangtua Sinta, namun kondisi hujan, sehingga batal lantaran kondisi jalan menuju lokasi sangat jelek ditambah lagi soal keamanan masih dianggap rawan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mura,Yamain Pabli mengungkapkan pasca adanya pemberitaan beberapa waktu lalu, pihaknya sudah bererak cepat memberikan bantuan melalui kepala desanya.

“Kita sudah salurkan bantuan, baik beras, minyak, dan peralatan mandi. Memang untuk saat ini baru bantuan langsung, mengingat kondisi mereka sangat membutuhkan,” katanya.

Disinggung mengenai tindak lanjut lanjut penanganan balita yang terkena gizi buruk terutama yang menimpa Sinta, dia mengaku, menyerahkan kepada Dinkes Mura.

Sedangkan untuk kesejahteraan keluarga, pihaknya sudah melakukan pendataan, bahkan kata ia pihaknya sudah menyuruh Kades Sembatu jaya untuk mendata program apa yang belum mereka terima.

“Nanti kades lakukan pendataan, jika memang belum mendapat program PKH, dan KIS kita upayakan dalam waktu dekat mereka mendapatkannya, karena mereka memang pantas mendapatkannya,” ujarnya. (ain)‎

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.